Pengertian dan Perbedaan Makna Denotatif dan Konotatif, beserta Contohnya

5/03/2024


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Bahasa tidak hanya sekadar alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga merupakan cerminan dari kebudayaan dan pemikiran manusia. Dalam bahasa Indonesia, terdapat dua jenis makna yang sering digunakan, yaitu denotatif dan konotatif. Meskipun keduanya terkait dengan makna sebuah kata, namun memiliki perbedaan yang mendasar.

Pengertian Denotatif dan Konotatif

  1. Denotatif: Merujuk pada makna literal atau harfiah dari sebuah kata. Denotatif menunjukkan makna yang bersifat konkret dan dapat dijelaskan secara langsung tanpa ambigu.

  2. Konotatif: Merujuk pada makna kiasan atau tersembunyi dari sebuah kata. Konotatif lebih bersifat subjektif karena maknanya dipengaruhi oleh asosiasi personal, budaya, atau pengalaman individu.

Perbedaan Antara Denotatif dan Konotatif

1. Sifat Makna:
  • Denotatif: Makna yang diberikan adalah makna yang sebenarnya atau harfiah dari sebuah kata.
  • Konotatif: Makna yang diberikan adalah makna yang tersembunyi atau bersifat kiasan.
2. Keterbukaan Makna:
  • Denotatif: Makna dapat dipahami secara universal oleh semua orang karena bersifat konkret.
  • Konotatif: Makna dapat berbeda-beda tergantung pada pengalaman, budaya, dan konteks individu.
3. Kemungkinan Asosiasi:
  • Denotatif: Tidak terlalu memungkinkan untuk membuat asosiasi dengan makna yang lain karena bersifat konkret.
  • Konotatif: Makna dapat diasosiasikan dengan berbagai hal berdasarkan pengalaman dan konteks individu.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat:
1. Denotatif:
  • Contoh: "Buku ini berwarna biru."
  • Penjelasan: Kata "biru" di sini merujuk pada warna biru secara harfiah, tanpa adanya makna tambahan.
2. Konotatif:
  • Contoh: "Dia memiliki hati yang dingin."
  • Penjelasan: Kata "dingin" di sini tidak hanya merujuk pada suhu fisik, tetapi juga memiliki makna konotatif bahwa seseorang tersebut kurang empati atau kehangatan emosionalnya.
3. Denotatif:
  • Contoh: "Anjing itu berlari di taman."
  • Penjelasan: Kata "berlari" di sini merujuk pada gerakan cepat dengan kaki dalam keadaan berdiri atau melompat.
4. Konotatif:
  • Contoh: "Dia mengejar cita-citanya dengan semangat."
  • Penjelasan: Kata "mengejar" di sini tidak hanya merujuk pada tindakan fisik mengejar sesuatu, tetapi juga memiliki makna konotatif bahwa seseorang tersebut berusaha mencapai tujuan atau impian dengan tekun.

Dengan memahami perbedaan antara makna denotatif dan konotatif, kita dapat lebih peka terhadap nuansa bahasa dan konteks penggunaannya dalam berbagai situasi komunikasi.

Pelajari juga:

Mari menyebarkan info, ilmu dan inspirasi

Masukkan email untuk dapat Artikel Terbaru, GRATIS!

Related Posts

loading...
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments