Kata "carut-marut" Sering disalahartikan. Ini yang Benar

1/29/2018 Add Comment

Kata carut-marut seringkali salah ditafsirkan. Dan itu sudah menjadi kebiasaan. Contohnya pada kalimat berikut:
“Perselisihan antara PSSI dan Menpora membuat persepakbolaan Indonesia menjadi carut-marut.”

Sebenarnya, arti dari kata carut-marut adalah bermacam-macam perkataan yang keji. Tentu kalimat contoh di atas salah.

Yang benar seharusnya bukan menggunakan kata carut-marut, tapi karut-marut. Karut-marut artinya kusut (kacau), tidak keruan.

Jadi seharusnya, contoh kalimat di atas seperti ini:

“Perselisihan antara PSSI dan Menpora membuat persepakbolaan Indonesia menjadi karut-marut.”

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Kata "kita" dan "kami" Sering Tertukar. Ini yang Benar

1/29/2018 Add Comment

Kita dan kami adalah dua kata yang penempatannya sering tertukar. Misalnya pada contoh dialog berikut ini:
“Nak, kapan rencananya kamu dan teman-teman sekelasmu liburan ke Bali?”
“Rencannya kita semua akan pergi ke Bali minggu depan, Bu.”

Kita pada kalimat di atas seharusnya adalah kami. Jadi yang benar seharusnya seperti ini:
“Nak, kapan rencananya kamu dan teman-teman sekelasmu liburan ke Bali?”
“Rencannya kami semua akan pergi ke Bali minggu depan, Bu.”

Agar lebih mudah dipahami, perbedaan antara kita dan kami yaitu kita berarti semua, termasuk tokoh yang menjadi lawan bicara, ikut dalam maksud pembicaraan tersebut. Sementara kata kami, tokoh yang menjadi lawan bicara tidak ikut dlaam maksud pembicaraan.


Jadi pada contoh tersebut, Ibunya yang ditanyakan tentu tidak ikut ke Bali. Hanya tokoh yang ditanyakan dan teman-temannya saja. Maka seharusnya menggunakan kata kami bukan kita.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Kata "di mana" Penempatannya dalam Kalimat Sering Salah. Ini yang Benar

1/29/2018 Add Comment

Kata di mana tanpa disadari sering disalahartikan penempatannya dalam kalimat. Contohnya mungkin kita sering melihat kalimat seperti berikut:

-  Upacara pagi hari tadi di mana Pak Sukandar menjadi pembina upacaranya berlangsung lancar.
-      ITB adalah kampus di mana saya belajar

Jika kital lihat contoh tersebut, kata di mana, seringkali ditempatkan di suatu kalimat walaupun tempat yang dibahas di kalimat tersebut tidak perlu dipertanyakan. Seharusnya dua kalimat di atas tidak perlu memakai kata di mana. Jadi seharusnya seperti ini.

-      Upacara pagi hari tadi saat Pak Sukandar menjadi pembina upacaranya berlangsung lancar.
-      ITB adalah kampus tempat saya belajar

Kata di mana seharusnya dipakai pada kalimat yang tempatnya masih dipertanyakan atau belum diketahui. Baik berupa pertanyaan ataupun bukan pertanyaan

Berikut contohnya:
-      Sekarang si Andi kuliah di mana?
-      Saya tidak tahu di mana dia kuliah.
-      Kita akan terus bekerja keras, di mana pun kita berada.

Apabila menggunakan bentuk perulangan, yaitu kata di mana-mana,  artinya adalah di banyak tempat yang tempatnya tidak dirinci secara jelas.

Contoh:
-      Di mana-mana selalu ada orang yang tidak baik.

-      Musim hujan begini banyak sekali genangan air di mana-mana.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Kata "nuansa" sering disalahartikan. Ini yang Benar

1/29/2018 Add Comment

Kata nuansa seringkali diartikan sebagai sinonim dari kata suasana. Contohnya pada kata seperti di bawah ini:
  • Nuansa pagi hari ini amat sejuk.”
  • “Di kuburan itu, nuansa seram terasa ketika malam jumat.”
Padahal bukan itu artinya. Jika kita melihat kamus, kata nuansa artinya variasi atau perbedaan yg sangat halus atau kecil sekali, atau bisa juga berarti kepekaan terhadap, kewaspadaan atas, atau kemampuan menyatakan adanya pergeseran yang kecil sekali.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

"Bergeming" dan "Tak Bergeming" sering Tertukar. Ini yang Benar

1/29/2018 Add Comment

Kadang mungkin kita menemukan kalimat seperti ini:

“Di tengah hujan deras, ia masih berdiri di sana. Tak bergeming sedikit pun.”

Kata bergeming di kalimat di atas seolah diartikan sebagai kata bergerak. Padahal geming atau bergeming artinya adalah tidak bergerak sedikit pun, atau diam saja.

Seharusnya kalimat di atas tidak perlu memakai kata tak.

Jadi, mestinya seperti ini:

“Di tengah hujan deras, ia masih berdiri di sana. Hanya bergeming.”

Pelajari aturan penulisan dan ilmu serta teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Kata "acuh" Sering disalahartikan, Ini yang Benar

1/29/2018 Add Comment

Kata acuh seringkali disalahartikan. Misalkan pada kalimat berikut:
“Ia mengacuhkanku dan pergi begitu saja.”

Pada kalimat tersebut, kata mengacuhkanmu seolah diartikan sebagai tidak memedulikan. Dan itu seolah sudah menjadi suatu kebiasaan. Sehingga banyak orang yang percaya arti kata acuh adalah tidak peduli.

Padahal arti kata acuh justru adalah peduli. Jadi arti dari mengacuhkanku adalah memeduli­kan­ku atau peduli padaku. Jadi contoh kalimat di atas artinya sangat bertolak belakang.


Mungkin kata tersebut disalahartikan karena dianggap sama maknanya dengan acuh tak acuh. Acuh tak acuh artinya tidak menaruh perhatian, atau tidak mau tahu.

Pelajari aturan penulisan dan ilmu serta teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal

1/29/2018 Add Comment


Jurnal ada jurnal cetak dan ada juga jurnal online.
Cara penulisan daftar pustaka dari jurnal cetak adalah sebagai berikut:

  1. Nama Pengarang atau Penulis ditulis dengan huruf awal huruf besar. Tulis nama dari nama belakang pisahkan dengan koma kemudian nama depan.
  2. Pisahkan dengan koma lalu tulis bulan dan tahun Penerbitan Jurnal
  3. Pisahkan dengan koma lalu tulis Judul Jurnal
  4. Pisahkan dengan titik lalu tulis Nama Penerbit jurnal
  5. Pisahkan dengan titik lalu tulis volume atau edisi jurnal
Sementara cara penulisan daftar pustaka dari jurnal online adalah sebagai berikut:
  1. Tulis nama pengarang atau penulis dengan huruf awal huruf besar. Tulis nama belakang, pisahkan dengan koma kemudian nama depan.
  2. Pisahkan dengan koma lalu tulis bulan dan tahun penerbitan jurnal
  3. Pisahkan dengan koma lalu tulis judul jurnal
  4. Pisahkan dengan titik lalu tulis Nama Penerbit
  5. Pisahkan dengan titik lalu tulis volume atau edisi jurnal
  6. Pisahkan dengan koma dan tulis Alamat URL sumber jurnal tersebut
  7. Pisahkan dengan koma lalu tulis tanggal pengambilan data dari jurnal online tersebut
Contoh: 
Ridjanović, Midhat. PhD, July 2013, "Naive Translation Equivalent". Translation Journal. Volume 17, No. 3, http://translationjournal.net/journal/65naive.htm, 10 July 2013.

Itulah cara penulisan daftar pustaka dari jurnal.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Daftar Pustaka Dari Koran/majalah

1/29/2018 Add Comment

Cara Menulis daftar pustaka dari koran/majalah adalah sebagai berikut:
  1. Nama pengarang huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar.
  2. Tulis tanggal dan bulan, pisahkan dengan koma, lalu tulis tahun saat artikel atau berita diterbitkan di koran/majalah
  3.  Pisahkan dengan titik, kemudian tulis judul tulisan yang kita jadikan sumber referensi dari koran atau majalah.
  4. Pisahkan dengan titik, lalu tulis nama koran atau majalah tulisan tersebut diterbitkan.
  5. Setelah itu pisahkan dengan koma, lalu tulis halaman tulisan tersebut diterbitkan di koran atau majalah. 
Contoh:
Rival 2 Januari, 2015. Cara mudah menerbitkan buku. Suara Literasi, hlm 3 & 4.

Pelajari juga aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari internet/website

1/29/2018 Add Comment

Daftar pustaka yang sumbernya dari internet atau website, penulisannya adalah sebagai berikut:
  1. Nama pengarang huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar. 
  2. Beri tanda koma sebagai jeda, kemudian tulis tahun artikel diposting di website tersebut.
  3. Kemudian tulis judul artikel yang kita jadikan sumber referensi.
  4. Pisahkan dengan koma, kemudian tulis link artikel yang kita jadikan sumber referensi
Contoh:   Rival, 2015 Cara Menulis Daftar Pustaka Yang Benar, http://www.menulisbuku.com/2015/07/cara-menulis-daftar-pustaka-yang-benar.html

Pelajari juga aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

1/29/2018 Add Comment

Cara menulis daftar pustaka yang sumber referensinya dari buku adalah sebagai berikut:
1. Nama pengarang huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar. Nama pengarang yang ditulis lebih dahulu adalah nama belakang kemudian pisahkan dengan koma, baru nama depan.
2. Beri tanda titik sebagai jeda, kemudian tulis tahun buku diterbitkan
3. Selanjutnya beri tanda titik lagi lalu tulis judul buku yang dicetak miring atau ditulis tebal dan diberi garis bawah.
4. Setelah itu beri tanda titik lagi, kemudian tulis kota tempat buku diterbitkan.
5. Yang terakhir setelah itu beri titik dua dan tulis penerbit buku tersebut Contohnya sebagai berikut:

Ardiles, Rival. 2014. Rahasia Motivasi Diri. Bandung: Rasibook
Ardiles, Rival. 2014. Buat Apa Sekolah dan kuliah?. Bandung: Rasibook
Ardiles, Rival. 2014. Tangguh Perkasa. Bandung: Rasibook
dan lain sebagainya.


Itulah cara penulisan daftar pustaka dari buku.

Pelajari juga aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Kata atau Bagian yang dihilangkan agar Lebih Singkat

1/29/2018 Add Comment

Dalam penulisan, kadang kita menyingkat kata dengan menghilangkan bagian dari kata tersebut. 
Berikut cara penulisan kata atau bagian yang dihilangkan agar lebih singkat:

1. Untuk menunjukkan penghilangan bagian kata, digunakan tanda apostrof (')
   Contoh:
   Dia 'kan sudah kusurati. ('kan: bukan)
    Malam t'lah tiba. (t'lah: telah) 
   Walau dia tidak percaya, tapi 'kan kubuktikan bahwa aku bisa. ('kan: akan)

2. Untuk menunjukkan penghilangan bagian angka pada penulisan tahun, juga  digunakan tanda apostrof (')
   Contoh: 
    1 Januari '08 ('08: 2008)
    2 Februari '09 ('09: 2009)

Itulah cara penulisan kata atau bagian yang dihilangkan agar lebih singkat.

Pelajari juga aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik edit naskah di www.editnaskah.com

4 Cara Penulisan Arti Kata, Makna Kata, atau Ungkapan

1/29/2018 Add Comment

Berikut ini adalah cara penulisan arti kata, makna kata, atau ungkapan:

1. Arti kata, makna kata atau ungkapan, diapit dengan tanda petik tunggal.
Contoh:
terpandai 'paling' pandai
retina 'dinding mata sebelah dalam'
mengambil langkah seribu ‘lari pontang-panting'
tinggi hati ‘sombong, angkuh'

2. Arti kata, makna kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing juga diapit dengan tanda petik tunggal.
Contoh:
feed-back 'balikan'
dress rehearsal 'geladi bersih'

tadulako 'panglima'

3. Keterangan atau penjelasan dari sebuah singkatan, diapit dengan tanda kurung.
Contoh:
Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi)

Catatan:
Dalam penulisan bisa juga didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya.
Contoh:
Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP). KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan.

4. Keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat, diapit dengan tanda kurung.
Contoh:
Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.
Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.

Itulah cara penulisan arti kata, makna kata, atau ungkapan, disertai dengan contoh penerapannya dalam kalimat.

Pelajari juga aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Kalimat yang Terdapat Istilah atau Kata yang Mempunyai Arti Khusus

1/29/2018 Add Comment

Dalam suatu kalimat, mungkin kadang terdapat istilah atau kata yang mempunyai arti khusus. Berikut cara penulisannya beserta contohnya:

Untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus, digunakan tanda petik.
Contoh:

Celana panjang yang ia kenakan, di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai".
Bang Komar sering disebut "pahlawan"; ia sendiri tidak tahu sebabnya.
Karena warna kulitnya, dia mendapat julukan "Si Hitam".

Itulah cara penulisan kalimat yang terdapat istilah atau kata yang mempunyai arti khusus.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Kalimat yang Kurang dapat dibuktikan Kebenarannya

1/29/2018 Add Comment

Kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya maksudnya informasi yang tercantum di kalimat tersebut masih meragukan apakah benar atau tidak, dengan kata lain kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya, menggunakan tanda tanya di dalam kurung.

Contoh:
Dia dilahirkan pada tahun 1960 (?).

Uangnya sebanyak 100 juta rupiah (?) hilang.
Di dalam danau itu terdapat hewan yang sangat besar (?).

Tiga contoh kalimat di atas menggunakan tanda tanya di dalam kurung karena kebenaran informasi di dalam kalimat tersebut diragukan, apakah benar atau tidak.

Itulah cara penulisan kalimat yang disangsikan, atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik edit naskah di www.editnaskah.com

5 Cara Penulisan Keterangan Tambahan dalam Kalimat

1/28/2018 Add Comment

Dalam kalimat, terakadang kita menambahkan keterangan tambahan untuk memperjelas informasi pada kalimat tersebut.

Berikut ini cara penulisan keterangan tambahan dalam kalimat, sesuai dengan eyd dan PUEBI. Dilengkapi juga dengan contoh kalimatnya:

1. Untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi, digunakan tanda koma. 
Contoh:
Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.
Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.
Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti latihan paduan suara.

2. Pada keterangan pewatas penulisannya tidak diapit dengan tanda koma, tapi bisa menggunakan kata penghubung.
Contoh:

Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah.

3. Untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat, digunakan tanda pisah.
Contoh:
Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan.
Keberhasilan itusaya yakindapat dicapai kalau kita mau berusaha keras.

4. Untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas, juga digunakan tanda pisah.
Contoh:
Rangkaian temuan inievolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atomtelah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesiaamanat Sumpah Pemudaharus terus ditingkatkan.

5. Untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat juga bisa menggunakan tanda pisah tunggal.
Misalnya:
Kita memerlukan alat tulispena, pensil, dan kertas.

Itulah cara penulisan keterangan tambahan dalam kalimat, sesuai dengan eyd dan PUEBI. Dilengkapi juga dengan contoh kalimatnya

Pelajari juga aturan penulisan lainnya dan ilmu serta teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Nama Alamat Tujuan Surat yang Benar

1/28/2018 Add Comment

Berikut ini adalah penulisan nama dan alamat tujuan surat yang benar sesuai eyd dan PUEBI. Disertai dengan contohnya:

1. Berikut ini adalah susunan nama dan alamat tujuan surat:

a) Nama, 
   Merupakan nama orang yang menjadi tujuan dikirimkannya surat tersebut. Biasanya sebelum nama, menggunakan kata sapaan yang disingkat, seperti Yang Terhormat (Yth.), Saudara (Sdr.), Bapak (Bpk.), dan lain sebagainya.
Contoh:

Yth. Kepala Divisi HRD
Sdr. Anton Hermawan, 

b) bagian-bagian alamat,
   Merupakan alamat lengkap yang menerima surat.
Contoh:
Jalan Cikini No. 72
Jalan Mawar 41

c) Nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan
   Merupakan nama kota atau kabupaten, provinsi, dan negara tempat penerima surat berada.
Contoh:

Jakarta
Bandung, Jawa Barat
Tokyo, Jepang

2. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:
Sdr. Abdullah, 
Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, 
Jakarta

Berikut adalah beberapa contoh lain penulisan nama dan alamat tujuan surat:

Yth. Direktur PT. Angin Sepoi
Jalan Cikini 75
Jakarta

Yth. Sdr. Moh. Ridwan
Jalan Teratai 43
Palembang, Sumatra Selatan

Ananda
Jalan Dipati Ukur 82
Bandung, Jawa Barat

Itulah cara penulisan nama dan alamat tujuan surat yang benar sesuai eyd dan PUEBI. Disertai dengan contohnya.

Pelajari aturan penulisan naskah buku dan ilmu serta teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Kata Penghubung Antarkalimat sesuai eyd dan PUEBI

1/28/2018 Add Comment

Untuk menghubungkan dua kalimat, biasanya ada juga yang menggunakan kata penghubung antarkalimat.

Berikut ini cara penulisan kata penghubung antarkalimat sesuai eyd dan PUEBI, disertai dengan contoh kalimatnya:

Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu.
Contoh:
Anak itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri.
Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang pelajar
Meskipun begitu, dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapa pun.

Catatan:
Ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu, tidak dipakai pada awal paragraf.

Itulah cara penulisan kata penghubung antarkalimat sesuai eyd dan PUEBI, disertai dengan contoh kalimatnya.

Pelajari juga aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik edit naskah di www.editnaskah.com

5 Cara Penulisan Kalimat Setara yang benar sesuai eyd dan PUEBI

1/28/2018 Add Comment

Berikut ini adalah cara penulisan kalimat setara yang benar sesuai eyd dan PUEBI disertai dengan contoh kalimatnya:

1. Untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali, menggunakan tanda koma.
Contoh:
Saya akan membeli buku-buku puisi, tetapi kau yang memilihnya.
Ini bukan buku saya, melainkan buku ayah saya.
Dia senang membaca cerita pendek, sedangkan adiknya suka membaca puisi
Semua mahasiswa harus hadir, kecuali yang tinggal di luar kota.

2. Untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya, juga menggunakan tanda koma.
Contoh:
Kalau ada undangan, saya akan datang.
Karena tidak congkak, dia mempunyai banyak teman.
Agar memiliki wawasan yang luas, kita harus banyak membaca buku.

3. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.
Contoh:
Saya akan datang kalau ada undangan.
Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak.

Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas.

4. Sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara, menggunakan tanda titik koma.
Contoh:
Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku-buku yang baru dibeli ayahnya.
Ayah mengurus tanaman di kebun; Ibu menulis makalah di ruang kerjanya.
Adik membaca di teras depan; saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesanganku.

5. Untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung, menggunakan tanda titik koma.
Contoh:
Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaos; pisang, apel, dan jeruk.
Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara; penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi.

Itulah cara penulisan kalimat setara yang benar sesuai eyd dan PUEBI disertai dengan contoh kalimatnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya, serta ilmu dan teknik-teknik edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Kata "maha" yang Benar

1/24/2018 Add Comment

Pengertian kata "maha" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sangat, amat, teramat.

Berikut adalah cara penulisan kata "maha" yang benar sesuai eyd dan PUEBI  beserta contoh penulisannya dalam kalimat:

1. Huruf pertama pada kata "maha" menggunakan huruf kapital

2. Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oleh kata berimbuhan, gabungan itu ditulis terpisah dan unsur-unsurnya dimulai dengan huruf kapital.
Contoh:
Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.

3 Jika kata maha, sebagai unsur gabungan, merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar, kecuali kata esa, gabungan itu ditulis serangkai.
Contoh:
Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita.

Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.

Itulah cara penulisan kata "maha" yang benar sesuai eyd dan PUEBI beserta contoh penulisannya dalam kalimat

Pelajari aturan penulisan serta ilmu dan teknik edit naskah di www.editnaskah.com