Ini yang Harus diperhatikan Saat Menggambarkan Objek ke Sebuah Tulisan

11/07/2013

Sketsa, Gambar, Desain, Kertas, Pena, Notes

Melukis dengan tulisan adalah salah satu seni menulis. Dalam sebuah karya sastra kita seringkali disuguhkan tentang bagaimana penulis menggambarkan objek dengan sebuah tulisan.

Lalu, apa yang harus diperhatikan penulis dalam menggambarkan Objek ke Sebuah tulisan?

Pembaca Harus Paham Apa yang dituliskan Penulis

Penulis harus bisa menggambarkan objek atau ide sehingga pembaca nantinya mengerti apa maksud yang ia tuliskan. Jika pembaca tidak mengerti, ia tidak akan nyaman membaca karya tersebut. Bahkan mungkin bisa menyebabkan kesalahpahaman maksud yang ditafsirkan pembaca.

Dalam hal ini, penting untuk menuliskan setiap detail objek mengenai info yang dibutuhkan pembaca. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Waktu, misalnya saat malam hari, tentu gambarannya berbeda dengan siang hari.
  • Tempat, tentu setiap tempat punya gambaran yang berbeda,
  • Kondisi, penulis harus bisa menggambarkan dalam tulisannya mengenai kondisi di sekitar latar sebuah tulisan.

Penulis Harus Bisa Melukiskan Objek dengan Indah

Pelukis, Artis, Kanvas, Kreatif, Lukisan


Selain harus memberikan gambaran kepada pembaca dengan jelas tentang apa yang ditulis oleh si penulis. Penulis juga harus bisa membuat gambaran tersebut indah dan enak dibaca. Kita bisa menggunakan kata-kata kiasan atau majas-majas ke dalam unsur tulisan yang kita tuliskan saat menggambarkan objek dalam sebuah cerita.

Sehingga pembaca nantinya bisa menikmati bacaan yang ia baca. Ini terutama berlaku jika Anda menulis sebuah cerita dengan latar di suatu tempat dan waktu tertentu.

Penulis Harus Bisa Mengaitkan Objek yang Ia Gambarkan dengan Alur Cerita

Sambungan, Tali, Kait, Lubang, Link

Jika kita menulis fiksi atau pun cerita non fiksi, kita harus bisa mengaitkan gambaran objek dalam tulisan dengan cerita yang kita tulis. Jangan sampai antara objek dan cerita tidak saling berkaitan.

Lihat contoh berikut:

Di pantai yang sepi ini aku duduk sendiri, menatap riuhnya ombak di lautan, ditemani sang mentari yang perlahan  turun dan akhirnya seolah menenggelamkan dirinya di ufuk barat. Seketika, gelap pun menghampiri.

Perhatikan contoh di atas. Unsur-unsur penjelasnya sudah dipenuhi. Yaitu, waktu pada saat senja; Tempat, di tepi pantai; dan kondisi, yaitu saat pantai sedang sepi.


Unsur plot cerita yang berkaitan dengan latar adalah cerita di saat duduk sendiri dan merenung mentap ombak.

Silakan dicoba.

Jika ini bermanfaat, pastinya Anda tidak ragu untuk share. Mari menyebarkan manfaat.


Mari menyebarkan info, ilmu dan inspirasi

Masukkan email untuk dapat Artikel Terbaru, GRATIS!

Sekarang fokus di dunia tulis menulis dengan mendirikan CV. Rasi Terbit atau penerbit buku rasibook.

Hobi main futsal atau sepak bola, hobi juga nulis tentunya. Nulis blog juga di banguninspirasi.com, Literasi.net,  dan beberapa blog lainnya

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments
1 Comments

1 komentar:

Write komentar
06 Januari, 2016 19:38 delete

Sejauh ini belum pernah bikin ilustrasi buat buku hhee
Tapi hal di atas sngat brmanfaat buat penulis2 amatiran juga trmasuk saya hhhhee
Thanks sharingnya.

Reply
avatar