Recent Posts

Penulisan yang Benar dan Baku Kata "cenderamata" atau "cinderamata", "cendera mata" atau "cindera mata"? Disambung atau Dipisah?

4/11/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu sering menemukan kata "cenderamata" atau "cinderamata",  tapi di sisi lain mungkin juga kamu sering menemukan kata tersebut penulisannya dipisah, yaitu "cendera mata" atau "cindera mata", Sebenarnya yang mana penulisan yang benar dan baku? Dipisah apa disambung, menggunakan spasi atau tidak? Ini Jawabannya:

Penulisan yang benar, yang tercantum di KBBI adalah cendera, bukan cindera. Cenderamata artinya suvenir, kenang-kenangan, atau oleh-oleh.

Penulisannya disambung, atau digabung, atau tanpa spasi. Jadi yang benar adalah cenderamata, bukan cinderamata, bukan juga cendera mata.

Berikut contohnya dalam kalimat:
- Ibu baru pulang dari Jakarta dan membawa cenderamata.
- Cenderamata yang kudapat dari pesta pernikahannya sungguh menarik..

Itulah cara penulisan kata "cenderamata" yang benar dan baku, beserta pengertian dan contoh kalimatnya.

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Penulisan yang Benar dan baku Kata "coklat" atau "cokelat"?

4/11/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu sering menemukan kata "coklat", tapi di sisi lain mungkin juga kamu sering menemukan kata "cokelat", sebenarnya yang mana penulisan yang benar? Menggunakan huruf 'e' di tengahnya atau tidak? Ini Jawabannya:

Penulisan yang benar dan baku menurut KBBI adalah "cokelat" bukan "coklat". Jadi yang benar adalah yang menggunakan huruf 'e' di tengahnya.

Menurut KBBI, pengertian kata "cokelat" adalah warna merah kehitam-hitaman seperti sawo matang.

Berikut contohnya penggunaannya dalam kalimat:
- Ibu baru pulang dari Jakarta memakai baju warna cokelat
- Adik sedang makan cokelat yang dibelikan ibu.

Itulah cara penulisan kata "cokelat" yang benar, beserta pengertian dan contoh kalimatnya.

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Penulisan yang Benar Kata "darimana" atau "dari mana"? Disambung atau Dipisah?

4/10/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu sering menemukan kata "darimana, tapi di sisi lain mungkin juga kamu sering menemukan kata tersebut penulisannya dipisah, yaitu "dari mana",Sebenarnya yang mana penulisan yang benar? Dipisah apa disambung, menggunakan spasi atau tidak? Ini Jawabannya:

Kata "dari" umumnya memang ditulis terpisah dari kata berikutnya, atau dengan kata lain tidak disambung. Contohnya sebagai berikut:
- Ibu baru pulang dari Jakarta
- Perjalanan masih jauh, dari sini masih 5 kilometer lagi.

Hal itu juga berlaku pada kata "dari mana". Jadi, penulisannya dipisah atau menggunakan spasi, bukan disatukan. Jadi yang benar adalah "dari mana" bukan "darimana".

Berikut adalah contoh kalimatnya:
"Dari mana saja kamu, jam segini baru datang?"
"Aku tidak tahu dari mana datangnya kucing itu."

Tetapi jika kata setelahnya adalah "pada", maka penulisan yang benar adalah disambung, atau tanpa menggunakan spasi. Jadi yang benar adalah "daripada", bukan "dari pada". 

Karena kata "daripada" dalam bahasa Indonesia dianggap sudah lazim sebagai satu kata. 

Itulah cara penulisan kata "dari mana" yang benar, beserta contoh kalimatnya.

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Penulisan yang benar "Petani" atau "Penani", "Peternak" atau "Penernak", "Penembak" atau "Petembak"

3/18/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu bingung dengan kata berikut ini: "petani" atau "penani", "peternak" atau "penernak", "penembak" atau "petembak".  Sebenarnya yang mana penulisan yang benar dan baku? Ini Jawabannya:

Pada dasarnya kata yang huruf depannya adalah huruf "t" akan berubah menjadi "n" jika diberi awalan me- atau pe-.

Contohnya: 
tanam - menanam - penanam
tarik - menarik - penarik
tambah - menambah - penambah
tukar - menukar - penukar

Tetapi untuk yang berkaitan dengan profesi, kata yang huruf depannya adalah huruf "t" pada kata tertentu ada yang berubah menjadi "n", tetapi ada juga yang tidak berubah menjadi "n" walaupun ditambah awalan pe-.

Contoh yang berubah menjadi "n":
penambang, penembak, penari, dll.

Contoh yang tidak berubah menjadi "n":
- petinju, peternak, petani, petarung, dll.

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Penulisan yang benar "Pesulap" atau "Penyulap", "Pesenam" atau "Penyenam", "Pesepakbola" atau "Penyepakbola"

3/17/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu bingung dengan kata berikut ini: "pesulap" atau "penyulap", "pesenam" atau "penyenam", "pesepakbola" atau "penyepakbola"  Sebenarnya yang mana penulisan yang benar dan baku? Ini Jawabannya:

Pada dasarnya kata yang huruf depannya adalah huruf "s" akan berubah menjadi "ny" jika diberi awalan me- atau pe-.

Contohnya: 
sayang - menyayangi - penyayang
suka - menyukai - penyuka
sakit - menyakiti - penyakit
selam - menyelami - penyelam
samar - menyamar - penyamar

Tetapi untuk yang berkaitan dengan profesi, kata yang huruf depannya adalah huruf "s" tidak berubah menjadi "ny" walaupun ditambah awalan pe-.

Contoh:
pesenam, pesulap, pesepakbola, peselancar, dll.

Kecuali jika yang dimaksudkan dalam kalimat hanya aktivitasnya saja, bukan profesi.

Contoh:
- Penyelam, adalah orang yang menyelam, bukan orang yang berprofesi sebagai atlet selam.
- Penyulap, adalah orang yang menyulap sesuatu, bukan orang yang berprofesi sebagai pemain sulap
- Penyepakbola adalah orang yang menyepak bola, bukan orang yang berprofesi sebagai pemain sepak bola

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Arti dan Jenis-jenis Verba serta Contohnya

3/01/2019 Add Comment

Verba adalah kata yang menunjukkan suatu peristiwa, aksi, atau keadaan. 

Ada  enam jenis verba dalam bahasa. Berikut di antaranya:

1. Verba material 
 Yaitu verba yang merupakan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya memasak, mengetik, dan memikul. 

Pada kalimat yang terdapat verba material terdiri dari partisipan yang melakukan sesuatu, atau disebut aktor dan partisipan yang lain (tidak selalu ada) yang dituju oleh verba tersebut, yang disebut sasaran. 

Contoh, Ibu (aktor) memasak (verba: material) air (sasaran).

2. Verba mental 
   Yaitu verba yang merupakan persepsi (misalnya: mendengar, merasa), afeksi 
(misalnya: benci, takut), dan kognisi (misalnya: berandai, memahami). 

Pada kalimat verba mental terdiri dari partisipan pengindera (senser) dan fenomena. 

Contoh: 
Adik (pengindera) melihat (verba: mental) pelangi (fenomena).

3. Verba relasional 
 Yaitu verba yang merupakan hubungan intensitas (yang mengandung pengertian A adalah B), sirkumstansi (yang mengandung pengertian A pada/di dalam B), dan milik (yang mengandung pengertian A mempunyai B). 

Verba yang pertama tergolong ke dalam verba relasional identifikatif, sementara verba yang kedua dan ketiga termasuk ke dalam verba relasional atributif. 

Pada verba relasional identifikatif terdapat partisipan token (token) atau teridentifikasi (identified) dan nilai (value) atau pengidentifikasi (identifier). 

Contoh: 
Anak (token) adalah (verba relasional identifikatif) harta keluarga (nilai). Pada verba relasional atributif terdapat partisipan penyandang (carrier) dan sandangan (attribute). 

Contoh: Kakak (penyandang) memiliki (verba relasional atributif) sepatu baru 
(sandangan).

4. Verba  verbal 
 Adalah verba yang berupa informasi atau pemberitahuan (misalnya: memberitahukan, mengatakan). Pada verba verbal terdapat partisipan pewicara dan wicara. 

Contoh: 
Ibu (pewicara) berkata (verba verbal): Saya suka (wicara) atau ibu (pewicara) berkata (verba verbal) bahwa ia suka (wicara).

5. Verba perilaku 
  Yaitu verba yang berupa perilaku, baik fisik maupun psikologis. 

Verba perilaku dibedakan menjadi: 
Yang pertama disebut verba perilaku verbal, yaitu verba yang menunjukkan gabungan antara ucapan pada verba verbal dan tindakan pada verba material, (misalnya: menyanjung, mengeluh, meremehkan); 

Yang kedua disebut verba perilaku mental, yaitu verba yang menunjukkan gabungan antara ungkapan perasaan pada verba mental serta tindakan pada verba material, (misalnya: mengagumi, menyayangi). 

Pada verba perilaku terdapat partisipan pemerilaku (behaver) dan sasaran (tidak harus ada) untuk verba perilaku verbal, serta pemerilaku dan fenomena untuk verba perilaku mental. 

Contoh untuk yang pertama: 
Budi (pemerilaku) mengeluh (verba pemerilaku verbal). 
Contoh untuk yang kedua: 
Ayah dan ibu (pemerilaku) menyayangi (verba perilaku mental) kami (fenomena).

6. Verba eksistensial 
 Adalah verba yang merupakan keberadaan sesuatu (misalnya: ada, terdapat). Partisipan pada verba ini disebut eksisten, dan biasanya terletak di belakang verba tersebut. 

Contoh: Ada (verba eksistensial) warung nasi (eksisten) di depan rumahnya.

Itulah arti dan jenis-jenis verba besera contohnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

3 Jenis Makna dan Pengertiannya

3/01/2019 Add Comment

Makna adalah arti dari suatu kata atau bentuk bahasa.

Makna terdiri dari 3 jenis:
1. Makna metafungsional 
   Yaitu makna yang secara simultan terbangun dari tiga fungsi bahasa, yaitu fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. 

2. Makna khusus 
    Yaitu makna istilah yang dipakai dalam bidang ilmu tertentu.

3. Makna umum 
    Yaitu makna istilah yang digunakan dengan cara yang sama dalam semua 
bidang.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Menulis

Tips menulis