Recent Posts

Penulisan yang benar "Petani" atau "Penani", "Peternak" atau "Penernak", "Penembak" atau "Petembak"

3/18/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu bingung dengan kata berikut ini: "petani" atau "penani", "peternak" atau "penernak", "penembak" atau "petembak".  Sebenarnya yang mana penulisan yang benar dan baku? Ini Jawabannya:

Pada dasarnya kata yang huruf depannya adalah huruf "t" akan berubah menjadi "n" jika diberi awalan me- atau pe-.

Contohnya: 
tanam - menanam - penanam
tarik - menarik - penarik
tambah - menambah - penambah
tukar - menukar - penukar

Tetapi untuk yang berkaitan dengan profesi, kata yang huruf depannya adalah huruf "t" pada kata tertentu ada yang berubah menjadi "n", tetapi ada juga yang tidak berubah menjadi "n" walaupun ditambah awalan pe-.

Contoh yang berubah menjadi "n":
penambang, penembak, penari, dll.

Contoh yang tidak berubah menjadi "n":
- petinju, peternak, petani, petarung, dll.

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Penulisan yang benar "Pesulap" atau "Penyulap", "Pesenam" atau "Penyenam", "Pesepakbola" atau "Penyepakbola"

3/17/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu bingung dengan kata berikut ini: "pesulap" atau "penyulap", "pesenam" atau "penyenam", "pesepakbola" atau "penyepakbola"  Sebenarnya yang mana penulisan yang benar dan baku? Ini Jawabannya:

Pada dasarnya kata yang huruf depannya adalah huruf "s" akan berubah menjadi "ny" jika diberi awalan me- atau pe-.

Contohnya: 
sayang - menyayangi - penyayang
suka - menyukai - penyuka
sakit - menyakiti - penyakit
selam - menyelami - penyelam
samar - menyamar - penyamar

Tetapi untuk yang berkaitan dengan profesi, kata yang huruf depannya adalah huruf "s" tidak berubah menjadi "ny" walaupun ditambah awalan pe-.

Contoh:
pesenam, pesulap, pesepakbola, peselancar, dll.

Kecuali jika yang dimaksudkan dalam kalimat hanya aktivitasnya saja, bukan profesi.

Contoh:
- Penyelam, adalah orang yang menyelam, bukan orang yang berprofesi sebagai atlet selam.
- Penyulap, adalah orang yang menyulap sesuatu, bukan orang yang berprofesi sebagai pemain sulap
- Penyepakbola adalah orang yang menyepak bola, bukan orang yang berprofesi sebagai pemain sepak bola

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Arti dan Jenis-jenis Verba serta Contohnya

3/01/2019 Add Comment

Verba adalah kata yang menunjukkan suatu peristiwa, aksi, atau keadaan. 

Ada  enam jenis verba dalam bahasa. Berikut di antaranya:

1. Verba material 
 Yaitu verba yang merupakan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya memasak, mengetik, dan memikul. 

Pada kalimat yang terdapat verba material terdiri dari partisipan yang melakukan sesuatu, atau disebut aktor dan partisipan yang lain (tidak selalu ada) yang dituju oleh verba tersebut, yang disebut sasaran. 

Contoh, Ibu (aktor) memasak (verba: material) air (sasaran).

2. Verba mental 
   Yaitu verba yang merupakan persepsi (misalnya: mendengar, merasa), afeksi 
(misalnya: benci, takut), dan kognisi (misalnya: berandai, memahami). 

Pada kalimat verba mental terdiri dari partisipan pengindera (senser) dan fenomena. 

Contoh: 
Adik (pengindera) melihat (verba: mental) pelangi (fenomena).

3. Verba relasional 
 Yaitu verba yang merupakan hubungan intensitas (yang mengandung pengertian A adalah B), sirkumstansi (yang mengandung pengertian A pada/di dalam B), dan milik (yang mengandung pengertian A mempunyai B). 

Verba yang pertama tergolong ke dalam verba relasional identifikatif, sementara verba yang kedua dan ketiga termasuk ke dalam verba relasional atributif. 

Pada verba relasional identifikatif terdapat partisipan token (token) atau teridentifikasi (identified) dan nilai (value) atau pengidentifikasi (identifier). 

Contoh: 
Anak (token) adalah (verba relasional identifikatif) harta keluarga (nilai). Pada verba relasional atributif terdapat partisipan penyandang (carrier) dan sandangan (attribute). 

Contoh: Kakak (penyandang) memiliki (verba relasional atributif) sepatu baru 
(sandangan).

4. Verba  verbal 
 Adalah verba yang berupa informasi atau pemberitahuan (misalnya: memberitahukan, mengatakan). Pada verba verbal terdapat partisipan pewicara dan wicara. 

Contoh: 
Ibu (pewicara) berkata (verba verbal): Saya suka (wicara) atau ibu (pewicara) berkata (verba verbal) bahwa ia suka (wicara).

5. Verba perilaku 
  Yaitu verba yang berupa perilaku, baik fisik maupun psikologis. 

Verba perilaku dibedakan menjadi: 
Yang pertama disebut verba perilaku verbal, yaitu verba yang menunjukkan gabungan antara ucapan pada verba verbal dan tindakan pada verba material, (misalnya: menyanjung, mengeluh, meremehkan); 

Yang kedua disebut verba perilaku mental, yaitu verba yang menunjukkan gabungan antara ungkapan perasaan pada verba mental serta tindakan pada verba material, (misalnya: mengagumi, menyayangi). 

Pada verba perilaku terdapat partisipan pemerilaku (behaver) dan sasaran (tidak harus ada) untuk verba perilaku verbal, serta pemerilaku dan fenomena untuk verba perilaku mental. 

Contoh untuk yang pertama: 
Budi (pemerilaku) mengeluh (verba pemerilaku verbal). 
Contoh untuk yang kedua: 
Ayah dan ibu (pemerilaku) menyayangi (verba perilaku mental) kami (fenomena).

6. Verba eksistensial 
 Adalah verba yang merupakan keberadaan sesuatu (misalnya: ada, terdapat). Partisipan pada verba ini disebut eksisten, dan biasanya terletak di belakang verba tersebut. 

Contoh: Ada (verba eksistensial) warung nasi (eksisten) di depan rumahnya.

Itulah arti dan jenis-jenis verba besera contohnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

3 Jenis Makna dan Pengertiannya

3/01/2019 Add Comment

Makna adalah arti dari suatu kata atau bentuk bahasa.

Makna terdiri dari 3 jenis:
1. Makna metafungsional 
   Yaitu makna yang secara simultan terbangun dari tiga fungsi bahasa, yaitu fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. 

2. Makna khusus 
    Yaitu makna istilah yang dipakai dalam bidang ilmu tertentu.

3. Makna umum 
    Yaitu makna istilah yang digunakan dengan cara yang sama dalam semua 
bidang.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Jenis-jenis Kelompok Kata Beserta Arti dan Contohnya

2/28/2019 Add Comment

Berikut ini adalah jenis-jenis atau macam-macam kelompok kata yang disertai arti dan contohnya:

1. Kelompok nomina 
    Merupakan kelompok kata dengan nomina sebagai inti dan kata-kata lain 
sebagai penjelas. Kata-kata lain yang berfungsi sebagai penjelas itu dapat berupa nomina, verba, adjektiva, atau kata-kata yang lain. 

Contoh: 
Satu buku pelajaran Bahasa Indonesia SMA itu

Pada contoh di atas, buku adalah nomina yang berfungsi sebagai inti dan kata-kata lain berfungsi sebagai penjelas. Kata-kata penjelas bisa dikategorikan sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing.

2. Kelompok verba 
  Merupakan kelompok kata dengan verba sebagai inti dan kata-kata lain sebagai penjelas. 

Contoh:
akan bekerja

Pada contoh di atas, bekerja adalah kata inti dan akan adalah kata penjelas.

3. kelompok adjektiva 
 Merupakan kelompok kata dengan adjektiva sebagai intinya. Kelompok adjektiva dibentuk dengan menggabungkan adjektiva dan adverbia. 

Contoh: 
sangat  malas

sangat merupakan adverbia dan malas merupakan adjektiva yang berfungsi sebagai inti

4. Kelompok adverbia 
    Merupakan kelompok kata dengan inti adverbia dan penjelas yang berupa adverbia lainnya.

Contoh:
dengan sangat sulit

Kata sangat berfungsi sebagai penjelas dan dua kata sisanya yaitu dengan sulit berfungsi sebagai inti, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

5. Kelompok preposisi 
    Merupakan kelompok kata yang mengandung preposisi sebagai inti dan 
kata-kata lain sebagai penjelas. 

Contoh:
tepat sebelum

Pada contoh di atas, "sebelum" merupakan preposisi yang menjadi inti dan tepat merupakan penjelas.

Itulah jenis-jenis kelompok kata beserta arti dan contohnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan Perbedaan Kelompok Kata dan Frasa

2/23/2019 Add Comment

Kelompok kata memiliki perbedaan dengan frasa. Berikut perbedaannya:

1. Kelompok kata merupakan perluasan dari kata. Sedangkan frasa merupakan bentuk singkat dari kalimat. 

2. Kelompok kata dapat dianggap sebagai kata kompleks, sedangkan frasa disebut juga konstruksi kata-kata yang berjajar. 

3. Kelompok kata mengandung muatan logis yang tercermin pada pola 
urutannya, sedangkan frasa lebih menunjukkan bentuk fisik, yang rangkaian 
setiap kata di dalamnya belum diberi peran tertentu.

4. Kelompok kata meliputi kelompok nomina, kelompok verba, kelompok adjektiva, kelompok adverbia, dan kelompok preposisi. Sedangkan frasa hanya digunakan pada penyebutan frasa preposisi.

Itulah pengertian dan perbedaan kelompok kata dan frasa. Penjelasan mengenai jenis-jenis kelompok kata dan contohnya akan dibahas di artikel berikutnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 




Jenis-jenis Kata dan Contohnya

2/22/2019 Add Comment

Kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri. Kata dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Berikut di antaranya:

1. Kata benda (nomina)
  Merupakan kata yang mengacu pada orang, benda, atau hal-hal yang bersifat abstrak seperti perasaan atau kualitas, misalnya meja, rumah, rapat, kebijakan, dan ide.

2. Kata kerja (verba) 
   Merupakan kata yang menunjukkan suatu perbuatan atau aksi, peristiwa, dan keadaan. 
Contoh: membuat, menulis, memukul, pulang, berpikir, dan menjemur.

3. Kata keterangan (adverbia)
  Merupakan kata yang dapat memberikan keterangan waktu, tempat, dan cara, dan lain sebagainya. 
Contoh: besok, di Bandung, dan dengan sepeda.

4. Kata ganti (pronomina)
    Adalah kata yang difungsikan untuk menggantikan benda, bisa juga
menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung, contohnya dia, ia -nya, mereka, kami, kalian, dan kita.

5. Kata sifat (adjektiva)
    Merupakan kata yang digunakan untuk menerangkan sifat atau ciri dari suatu benda, orang, atau suatu hal seperti, bentuk, warna, atau ukuran. 
Contohnya: tinggi, rendah, pendek, panjang, bagus, cantik, murah, muda, bijaksana.

6. Kata sandang (artikula) 
   Yaitu kata penentu (determiner) yang digunakan untuk mengawali kata benda atau kelompok kata benda. 
Contoh: suatu, sebuah, beberapa, sebagian, semua.

7. Kata sambung (konjungsi) 
   Merupakan kata yang digunakan untuk merangkai atau menyambung dua kalimat tunggal atau lebih.
Contohnya: dan, atau, tetapi, setelah, sebelum, apabila, bila, jika, dan karena.

8. Kata depan (preposisi): 
    Merupakan kata gramatikal yang selalu diikuti oleh benda atau kelompok 
kata benda, 
Contohnya: dari, di, ke, untuk, dalam, dengan, pada.

9. Kata bilangan (numeralia) 
    Yaitu kata yang digunakan untuk menunjuk jumlah atau angka, 
Contohnya: satu, setengah, dua, tiga, empat, lima, seribu.

10. kata seru (eksklamasi) 
   Adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan rasa takjub, marah, terkejut, dan sebagainya, 
Misalnya: wow, ah, em, oh, wah.


Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Menulis

Tips menulis