Recent Posts

3 macam Alur dalam Naskah Cerita Fiksi

2/13/2019 Add Comment

Alur adalah salah satu unsur intrinsik dari suatu cerita atau naskah fiksi. Alur adalah urutan kejadian dalam suatu cerita. 

Ada 3 jenis alur, di antaranya sebagai berikut:
1. Alur maju (progresif), 
    Yaitu urutan kejadian dalam suatu cerita yang mengarah ke masa depan.

2. Alur mundur (regresif/flash back), 
   Yaitu urutan peristiwa dalam suatu cerita yang mengarah ke masa lampau, atau yang telah terjadi sebelumnya.

3. Alur campuran atau alur maju mundur, 
   Yaitu urutan peristiwa dalam suatu cerita yang merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur. Dalam cerita tersebut ada yang mengarah ke masa depan dan ada juga yang mengarah ke masa lampau.

Itulah 3 macam alur dalam naskah cerita fiksi.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Langkah-langkah Membuat Sinopsis Novel

2/13/2019 Add Comment

Sinopsis novel merupakan ringkasan cerita dari suatu novel. Sinopsis dapat membantu pembaca untuk mengetahui gambaran keseluruhan isi novel secara  singkat.  

Berikut ini adalah Langkah-langkah untuk membuat sinopsis:
1. Baca novel secara keseluruhan,
 Untuk membuat sinopsis novel, baca terlebih dahulu isi novel secara keseluruhan, sehingga kita mengetahui gambaran ceritanya.

2. Catat unsur intrinsiknya, seperti tema, nama-nama tokoh, alur dan latar cerita, dan lain sebagainya.
   
3. Tulis ringkasan novel berdasarkan alur dengan bahasa yang lebih singkat dan efektif.

Itulah langkah-langkah dalam membuat sinopsis novel.


Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

5 Hal Penting dalam Pentas Drama

2/13/2019 Add Comment

Pementasan drama adalah seni pertunjukan yang menyajikan tontonan cerita yang diperankan oleh aktor dengan karakter-karakter tertentu sesuai peran dan wataknya masing-masing dalam cerita drama tersebut.

Ada 5 hal penting yang harus diperhatikan dalam pementasan drama

1. Latar
Latar atau setting dalam pementasan drama adalah tempat yang dipakai untuk pementasan drama, yang berfungsi untuk memberi gambaran tentang waktu dan suasana cerita drama tersebut.

Ketepatan latar dengan cerita drama sangat penting. Jadi pembuatan  panggung harus disajikan secara proporsional.

2. Aktor
Aktor harus mampu memerankan tokoh cerita dalam drama sesuai dengan peran dan karakter yang dibutuhkan dari cerita drama. Jadi, aktor harus mampu berperan dengan baik, baik dari segi karakter maupun dialog dengan tokoh-tokoh lain dalam seni drama tersebut. 

3. Kostum
Kostum atau pakaian yang dikenakan aktor pada pentas drama merupakan  penunjang karakter pemain dalam memerankan tokoh cerita. Kostum atau pakaian yang dikenakan aktor juga bisa menggambarkan kurun waktu kejadian cerita pada drama tersebut

4. Tata rias/make up
Tata rias aktor atau pemain pemain drama turut membantu aktor atau pemain dalam memerankan karakter tokoh cerita pada drama tersebut.

5. Musik
Musik yang disajikan pada pagelaran drama juga harus tepat, karena muski berfungsi untuk membangun suasana sesuai cerita dan latar drama. Misalkan ketika suasana mencekam, senang, marah, dan lain sebagainya, tentu musiknya harus tepat.

Itulah beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pementasan drama.


Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 


Langkah-langkah Penulisan Naskah Drama

2/13/2019 Add Comment

Drama berasal dari kata draomaoi yang artinya bergerak atau berbuat. Drama  adalah  perbuatan atau tingkah laku manusia yang dipentaskan melalui tokoh-tokohnya.

Sumber penulisan naskah drama berasal dari:
- Imajinasi, atau ide pengarang
- Cerita legenda, novel, cerpen, dan sebagainya,
- Keadaan sosial atau kejadian yang terjadi di masyarakat.

Naskah drama berbentuk dialog-dialog antar tokoh yang diperankan di drama tersebut (biasanya disertai petunjuk/teknis permainan).

Berikut ini adalah langkah-langkah penulisan naskah drama:
1. Menentukan tema/topik
    Langkah pertama adalah tentukan dulu tema atau topik apa yang akan diceritakan di drama tersebut. Anda bisa membuat topik tentang asmara, persahabatan, keluarga, dan lain sebagainya.

2. Menentukan isi cerita,
   Setelah menentukan tema, lalu tentukan isi ceritanya akan seperti apa. 

3. Menentukan alur
   Lalu tentukan alur ceritanya dari mulai pengenalan tokoh, permasalahan, sampai penyelesaian cerita.

4. Membuat  kerangka
Setelah membuat alur, buatlah kerangka ceritanya 

5. Mengembangkan kerangka
Kemudian kerangka cerita tadi dikembangkan hingga menjadi cerita yang utuh.

6. Melakukan evaluasi dan perbaikan.
Setelah naskah drama jadi, lakukanlah evaluasi, jika ada kekurangan atau kesalahan lakukanlah pembenahan atau perbaikan agar naskah drama menjadi lebih baik.

Itulah langkah-langkah penulisan naskah drama.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan 5 Macam Unsur Intrinsik Naskah Drama

2/12/2019 Add Comment

Naskah drama adalah salah satu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog antar tokoh dalam suatu cerita. 

Dalam naskah drama, terdapat unsur intrinsik, yaitu unsur yang membangun naskah drama tersebut. 

Unsur intrinsik naskah drama, di antaranya sebagai berikut:

1. tema, 
    yaitu ide/gagasan utama dari suatu cerita drama,
2. tokoh, 
    yaitu para pelaku yang terdapat dalam cerita drama,
3. penokohan atau perwatakan, 
  yaitu penggambaran fisik dan sifat masing-masing tokoh yang terdapat pada naskah drama, sehingga antara tokoh yang satu dan yang lainnya dapat dibedakan. 
4. latar, 
    yaitu tempat dan waktu kejadian dari cerita drama,
5. pesan, 
    yaitu maksud yang terdapat pada naskah drama atau yang ingin disampaikan pengarang dalam naskah drama tersebut.

Itulah pengertian naskah drama dan lima unsur intrinsik yang terdapat pada naskah drama.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

4 Macam Kata Penghubung (Konjungsi), beserta Contohnya

2/11/2019 Add Comment

Kata penghubung atau konjungsi adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata atau kalimat.

Berikut 4 macam kata penghubung atau konjungsi:

1. Kata penghubung tujuan
Adalah  kata  penghubung atau konjungsi yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu kegiatan atau tindakan 
Contoh: untuk, agar, supaya, dan guna.

2. Kata penghubung sebab (kausal)
Adalah kata penghubung atau konjungsi yang menjelaskan sebab dari suatu peristiwa atau tindakan. 
Contoh: karena, sebab, sebab itu, oleh sebab itu, dan oleh karena itu.

3. Kata penghubung akibat 
Adalah kata penghubung atau konjungsi yang menggambarkan akibat dari suatu peristiwa atau tindakan yang terjadi. 
Contoh: sehingga, sampai, dan akibatnya.

4. Kata penghubung syarat 
Adalah kata penghubung atau konjungsi yang  menjelaskan syarat suatu hal  bisa  terpenuhi. 
Contoh: jika, kalau, jikalau, apabila, asalkan, dan bilamana.

Itulah 4 macam kata penghubung (konjungsi) beserta contoh katanya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Macam-macam Jenis Kalimat berdasarkan Fungsinya, beserta Contohnya

2/11/2019 Add Comment

Kalimat terdapat beberapa macam atau jenis berdasarkan fungsinya. Berikut di antaranya:

Kalimat Pernyataan
Kalimat pernyataan adalah kalimat yang berupa pernyataan mengenai suatu hal
Contoh:
Hari ini aku akan bermain futsal
Besok ia akan pergi ke Jakarta

Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang bermaksud memberi pertanyaan
Contoh:
Kemana ia pergi hari ini?
Apakah kamu mau bermain bola?

Kalimat Perintah
Kalimat  perintah  adalah  kalimat  yang   bermaksud  menyuruh atau memberi perintah.
Contoh:
Tolong ambilkan gelas itu!
Kumpulkan tugas kalian sekarang!

Kalimat saran
Kalimat saran adalah kalimat yang berisi saran kepada orang lain untuk kebaikan orang tersebut.
Contoh:
Sebaiknya kau meminta maaf padanya.
Lebih baik kau memilih bidang yang kamu sukai.

Kalimat ajakan 
Kalimat ajakan adalah kalimat yang berisi ajakan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama.
Contoh:
Marilah kita buang sampah pada tempatnya.
Ayo kita liburan ke Pantai

Kalimat seru
Kalimat  seru  adalah  kalimat  yang  mengungkapkan  ekspresi, reaksi, dan rasa  hati,  seperti kaget, senang, marah, kagum, heran, sedih, dan lain sebagainya. 
Contoh:
Alangkah indahnya pemandangan kota dari atas bukit.
Akan kubalas perbuatanmu!

Kalimat larangan
Kalimat larangan adalah kalimat yang berisi himbauan atau larangan agar orang lain menghindari atau tidak melakukan suatu hal.
Contoh:
Janganlah menyakiti perasaan orang lain!
Jangan membuang sampah di sungai!

Itulah beberapa jenis kalimat berdasarkan fungsinya, beserta contohnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Menulis

Tips menulis