Recent Posts

Ini Sebabnya Naskah ditolak Penerbit, dan Solusi Agar Naskah diterima

7/24/2017 Add Comment

Jika Anda suka menulis dan mengirimkan naskah ke penerbit, mungkin Anda pernah merasakan ditolak penerbit, atau mungkin naskah Anda selalu ditolak penerbit. Tenang, karena Anda tidak sendirian. Banyak penulis lainnya pun mengalami hal yang sama. 

Termasuk penulis-penulis yang saat ini sudah sukses pun dulunya pernah mengalami hal tersebut. Silakan download gratis kisah perjuangan para penulis sukses di http://www.literasi.net/p/ebook-gratis.html

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah mengapa naskah Anda dan banyak naskah lain ditolak penerbit. Tentu dalam hal ini adalah penerbit mayor. Sebelumnya Anda harus tahu terlebih dahulu perbedaan penerbit mayor dan penerbit indie

Penerbit mayor adalah penerbit yang menyeleksi naskah yang masuk. Sehingga tidak semua naskah akan diterima, bahkan hanya sebagian kecil saja. Tapi seluruh biaya penerbitan nantinya ditanggung penerbit. Contoh penerbit mayor seperti Gramedia, Mizan, Bentang, dll. 

Sementara penerbit indie adalah penerbit yang tidak menolak naskah, tetapi biaya penerbitan mulai dari editing, layouting, desain cover, hingga cetak ditanggung penulis. Walaupun ada juga penerbit indie yang biaya penerbitannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan naskah, misalnya penerbit Rasibook.

Jadi jika naskah Anda sudah diedit sendiri tidak perlu lagi bayar biaya edit naskah. Jika tidak bisa mengedit naskah bisa pelajari dari panduan rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Jika naskah Anda sudah dilayout tidak perlu lagi membayar biaya layout buku. Jika ingin membuat layout buku sendiri pun bisa dari ratusan template dan panduan layout buku di www.layoutbuku.com

Dan jika naskah sudah ada desain covernya tidak perlu lagi membayar untuk jasa desain cover. Jika ingin membuat desain cover sendiri pun bisa dengan ratusan template dan panduan desain cover di www.powercover.rasibook.com

Kembali ke pertanyaan tadi, mengapa banyak naskah ditolak penerbit. Ternyata ada 3 faktor yang membuat sebuah naskah diterima atau ditolak, berikut di antaranya:

1. Kualitas penulisan

Ini adalah penilaian pertama ketika naskah diterima editor di sebuah penerbit. Jika editor melihat naskahnya banyak kesalahan pada penulisan, kecil kemungkinan naskah tersebut akan lolos untuk diterbitkan.

Maka penting bagi penulis untuk melakukan self editing, atau mengedit terlebih dahulu naskah Anda sebelum dikirim ke penerbit. Namun sayangnya, banyak penulis yang tidak mengerti ilmu dan teknik edit naskah. Untuk hal ini, solusinya bisa pelajari panduan rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

2. Kualitas isi naskah

Kualitas isi naskah Anda tentu sangat mempengaruhi penilaian apakah naskah Anda diterima atau ditolak. Jika naskah Anda adalah naskah fiksi apakah cerita yang Anda tulis menarik atau tidak, dan bagaimana Anda menuliskan cerita tersebut.

Untuk hal ini, bacalah sebanyak mungkin buku yang telah terbit. Terutama buku-buku yang temanya atau jenisnya hampir sama dengan buku yang ingin Anda tulis. Misalnya Anda ingin menulis novel remaja. Maka bacalah novel-novel remaja yang telah terbit dan ada di toko buku. Perhatikan bagaimana penulisnya menuliskan naskahnya. Lalu mulailah menulis dan banyak berlatih.

3. Nilai jual naskah

Selain kualitas isi naskah, tentu naskah yang kita kirimkan harus memiliki nilai jual. Tentu penerbit tidak ingin merugi karena menerbitkan buku kita. Maka naskah yang diterima juga dipertimbangkan dari segi nilai jual.

Nilai jual ini meliputi dari mulai judul buku, subjudul, penulis, judul masing-masing bab, narasi, dan lain sebagainya.

Solusi untuk membuat naskah yang memiliki nilai jual bisa dipelajari di Jurus Menulis Buku Bernilai Jual.


Itulah beberapa faktor yang membuat naskah diterima atau ditolak penerbit. Ternyata naskah yang ditolak penerbit biasanya kualitas penulisannya kurang bagus dan banyak kesalahan, kualitas isi naskahnya kurang bagus, serta kurang memiliki nilai jual.

Maka tingkatkanlah kualitas penulisan, kualitas isi naskah, dan nilai jual naskah dengan solusi di atas.

Hal yang diperhatikan dalam Memberikan Bonus dari Buku Anda

5/15/2017 Add Comment

Seseorang memutuskan untuk membeli sebuah buku karena yakin buku tersebut nilai manfaatnya lebih besar daripada harga yang mereka keluarkan. Untuk memperbesar nilai manfaat yang didapatkan pembaca setelah membeli buku kita, kita bisa berikan bonus setiap pembelian buku tersebut.

Cara ini biasanya diterapkan oleh mereka yang menerbitkan buku-buku bisnis, motifasi, dan buku-buku non fiksi lainnya. Walaupun tidak menutup kemungkinan bisa juga diterapkan untuk buku fiksi.

Lalu bagiaman cara atau hal yang harus diperhatikan dalam memberikan bonus dari buku yang Anda terbitkan agar menarik minat pembeli? Selengkapnya baca di >> Jurus Menulis Buku Bernilai Jual

Label Best Seller dan Label Lainnya Meningkatkan Nilai Jual Buku

5/15/2017 Add Comment

Di toko buku, biasanya buku-buku yang best seller akan ditempatkan di rak khusus. Dan para pencari buku tentu akan merasa tertarik untuk membeli buku best seller atau yang sudah laris jika sesuai dengan kebutuhan mereka dibandingkan buku yang belum berlabel best seller.

Artinya, buku berlabel best seller membuat orang lain merasa yakin untuk membelinya karena sudah terbukti dibeli banyak orang.

Sebenarnya tidak ada kriteria yang pasti mengenai berapa jumlah buku yang terjual yang pantas dikatakan best seller. Ada penerbit yang berpatokan bahwa jika buku sudah terjual 10.000 eksemplaar dalam setahun, bisa dikategorikan sebagai buku best seller. Ada juga penerbit yang berpatokan bahwa jika buku terjual 6.000 eksemplar dalam 6 bulan bisa disebut buku best seller, dan ada juga yang berpendapat jika buku sudah terjual 3000 eksemplar dalam 6 bulan sudah disebut best seller. Tapi yang pasti, buku best seller adalah buku yang penjualannya sangat bagus dibandingkan buku-buku lainnya.

Akan tetapi tentu jika buku kita belum best seller apalagi baru saja diterbitkan, kita tidak bisa memasang label best seller. 

Sebagai alternatif, untuk meningkatkan nilai sebuah buku dengan label, kita bisa gunakan label lainnya yang sesuai dengan pencapaian buku tersebut. Sehingga tidak membohongi konsumen yang nantinya membeli buku tersebut.

Lalu label apa sajakah yang bisa dicantumkan untuk  meningkatkan nilai jual buku? Selengkapnya bisa dipelajari di >> Jurus Menulis Buku Bernilai Jual

Cara Merekomendasikan Buku Anda yang Lain dalam Naskah

5/15/2017 Add Comment

Jika Anda sudah menerbitkan lebih dari satu buku, Anda bisa mempromosikan atau merekomendasikan buku Anda dalam naskah di buku Anda selanjutnya. Sehingga jika ada pembaca buku Anda selanjutnya yang puas dengan karya Anda, atau membutuhkan informasi dari karya Anda yang lain, mereka bisa mengetahui karya Anda yang lainnya.

Mempromosikan atau merekomendasikan karya Anda yang lain dalam buku selanjutnya bisa dilakukan dengan dua cara penempatan.

Untuk lebih jelasnya bisa dipelajari di >> Jurus Menulis Buku Bernilai Jual

Menempatkan Penggalan Cerita atau Dialog yang Menarik di Belakang Buku

5/15/2017 Add Comment


Memilih penggalan cerita atau dialog yang menarik untuk ditempatkan di bagian belakang cover buku adalah salah satu cara lain untuk menarik keinginan orang membeli buku tersebut.

Untuk menarik minat pembaca, kita bisa memilih penggalan cerita atau dialog yang menarik dari buku yang kita tulis. Berbeda dengan membuat sinopsis yang seperti merangkum isi buku, pada cara ini hanya satu bagian tertentu saja dari cerita atau dialog yang menarik, yang mewakili isi buku.

Biasanya, cara ini lebih banyak digunakan untuk buku-buku fiksi walaupun tidak menutup kemungkinan juga untuk buku-buku non fiksi.

Pada prinsipnya hampir sama seperti menampilkan sinopsis atau blurb di bagian belakang cover. 

Untuk lebih jelasnya tentang cara menempatkan penggalan cerita atau dialog yang menarik di belakang buku, beserta contohnya dan juga materi-materi lainnya silakan pelajari di >> Jurus Menulis Buku Bernilai Jual



Cara Membuat Sinopsis atau blurb yang Menarik

5/14/2017 Add Comment

Setelah calon pembaca melihat judul dan sub judul serta nama penulis di cover depan, mereka akan mencari informasi tentang buku yang membuat mereka mulai tertarik. Setelah melihat bagian depan, mereka akan melihat bagian belakang. Di bagian belakang ini bisa diisi dengan sinopsis yang menarik agar orang yang mulai tertarik membeli buku Anda akhirnya benar-benar membeli.

Lalu bagaimana membuat sinopsis menarik yang dicantumkan di bagian belakang buku?
Sebelumnya perlu dipahami dulu bahwa sinopsis yang dikirimkan penulis pada editor di penerbit sebaiknya berbeda dengan sinopsis atau uraian singkat yang dicantumkan di bagian belakang cover buku. Uraian singkat yang dicantumkan di bagian belakang cover buku sebenarnya lebih tepat disebut blurb, bukan sinopsis biasa.

Perbedaannya adalah pada blurb atau uraian singkat di bagian belakang buku dibuat demi menarik orang untuk membeli dan membaca buku tersebut. Jadi, ada bagian cerita yang disembunyikan, yang membuat orang penasaran dan ingin membeli buku tersebut. Sedangkan sinopsis yang dikirimkan penulis ke editor di penerbit harus utuh, merupakan gambaran yang mewakili isi cerita atau isi buku tersebut. 

Untuk membuat blurb, atau sinopsis singkat yang tercantum di bagian belakang buku pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan cara membuat judul dan sub judul yang menarik. Hanya saja pada sinopsis atau blurb yang dicantumkan di belakang buku, kita bisa mengeksplor kalimat yang lebih panjang hingga beberapa paragraf. Sehingga lebih leluasa untuk menarik keinginan orang untuk membeli buku tersebut.

Lalu bagaimana prinsip-prinsip dalam membuat sinopsis atau blurb yang menarik serta contoh-contohnya? Silakan pelajari di  >> Jurus Menulis Buku Bernilai Jual

Cara Menjadikan Nama Anda selaku Penulis Sebagai Personal Branding

5/14/2017 Add Comment

Saat seseorang membeli buku, ia akan melihat cover depannya terlebih dahulu. Selain memperhatikan judul buku dan sub judulnya, nama penulis pun menjadi pertimbangan. 

Jika judul bukunya sudah sesuai dengan apa yang ia inginkan, maka nama penulis yang sudah dikenal dan telah menghasilkan karya yang berkualitas akan lebih diprioritaskan buku tersebut untuk dibeli. 

Nama penulis yang sudah dikenal dengan karyanya, bahkan menjadi pertimbangan utama bagi penerbit untuk menerima naskahnya dan menerbitkannya.

Lalu bagaimana dengan para penulis pemula? Tentu penulis pemula juga punya kesempatan. Justru dengan menerbitkan karyanya, maka perlahan-lahan namanya akan menjadi personal branding dan dikenal. Walaupun tentu butuh proses yang panjang. Tapi para penulis terkenal yang telah menerbitkan  banyak buku best seller, awalnya adalah penulis pemula.

Di antara nama penulis yang terkenal, ada yang memakai nama asli dan ada juga yang memakai nama pena. Layaknya sebuah brand, nama juga akan lebih mengena apabila mudah diingat dan punya ciri khas. Maka tak heran ada penulis yang memakai nama pena di setiap karyanya.

Untuk menjadikan nama penulis sebagai personal branding yang efektif ada beberapa yang bisa diperhatikan. Pelajari selengkapnya di >> Jurus Menulis Buku Bernilai Jual

Menulis

Tips menulis