Recent Posts

Langkah-langkah Membuat Cerpen

2/09/2016 Add Comment

Cerpen adalah cerita pendek yang biasanya terdiri dari sekitar 3-8 halaman atau sekitar ratusan hingga beberapa ribu kata.

langkah menulis cerpen sebenarnya hampir sama ketika kita menulis novel. Hanya saja perbedaannya jika menulis novel, cerita dibuat panjang dan masing-masing plot cerita biasanya dibagi menjadi beberapa bab.

Sedangkan ketika menulis cerpen cerita dibuat pendek, tidak terlalu banyak plot-plot cerita. Hanya menyuguhkan alur cerita dari mulai awal, konflik, hingga ending atau akhir cerita.

Berikut ini langkah-langkah membuat cerpen:

1. Tentukan tema cerpen

Bola, Tanda Tanya, Pria, Orang, Siluet

Hal pertama yang kita tentukan saat ingin membuat cerpen adalah menentukan tema cerpen. Apakah cerpen yang ingin kita buat menginspirasi pembaca, atau berupa cerpen roman yang menyuguhkan kisah asmara, cerpen yang ceritanya misteri, atau jenis-jenis lainnya.

2. Buat Alur cerita

Teknologi, Kelas, Pendidikan, Belajar

Setelah tema cerpen kita tentukan, kita tentukan alur ceritanya. Alur cerita ada 3 jenis: Alur maju, alur mundur, dan alur maju mundur.

Alur maju berarti cerita yang kita tuliskan dari segi waktunya maju dari awal cerita hingga akhir cerita. Sementara alur mundur biasanya si tokoh mengingat kembali kejadian di masa lalu. Dan alur maju mundur adalah gabungan dari itu. Yaitu jalan ceritanya maju namun ada bagian tokoh mengingat kejadian di masa lampau.

Setelah kita tentukan jenis alurnya, kita buat alur ceritanya. Misalnya di awal tadi kita sudah tentukan tema cerpennya menggunakan tema apa. Lalu kita buat alur ceritanya dari mulai awal, konflik, hingga akhir cerita.

Misalnya kita ingin buat cerita tentang cerita perjuangan sepasang kekasih Romi dan Juleha. Kita bisa buat alurnya seperti ini:

awal    : - Perkenalan Romi dan Juleha 
              - Romi dan Juleha saling jatuh cinta
konflik: - Orang tua mereka tidak menyetujui.
              - Perselisihan Romi dan Juleha
              - Hadirnya orang ketiga
              - Romi dan Juleha berkomitmen untuk berjuang bersama
Ending: - Orang tua mereka akhirnya menyetujui
              - Romi dan Juleha hidup bersama.

Lalu kita bisa kembangkan alur cerita tersebut menjadi paragraf hingga terbentuk cerpen.

3. Penokohan

Orang, Manusia, Kegembiraan

Jangan lupa juga kita harus bisa mendeskripsikan tokoh yang ada di cerita. Itu berlaku untuk gambaran fisik seperti tampan, cantik, rambutnya hitam, diikat, dan lain sebagainya.

Juga berlaku untuk karakter masing-masing tokoh. Apakah masing-masing tokohnya baik hati, penyabar, pantang menyerah, pemarah, dan lain sebagainya.

Terutama untuk tokoh utama dan tokoh-tokoh penting yang ada di dalam cerita. Untuk tokoh figuran tidak perlu terlalu detail mendeskripsikannya.

Dalam mendeskripsikan tokoh, kita bisa masukkan ke dalam cerita. Misalnya pada kalimat seperti ini yang menggambarkan tokoh Juleha:

Wanita cantik dan sederhana dengan rambut hitam dikucir tambang itu hanya melamun. Ia tak tahu apakah cintanya bersama Romi bisa menyatu atau tidak. Tapi ia adalah orang yang amat sabar menghadapi cobaan yang diterimanya.

4. Setting tempat dan waktu


Untuk memberikan gambaran lebih nyata pada pembaca, kita juga harus memasukkan setting tempat pada cerita tersebut. Misalnya di sebuah pedesaan dengan suasana sejuk, atau di perkotaan yang ramai. Pagi hari, sore hari, atau malam hari.

Kita harus bisa mendeskripsikan tempat dan waktu ke dalam cerita. Caranya bisa dibaca di Cara memasukkan setting tempat dan waktu dalam menulis fiksi


5. Perindah gaya bahasa

Artis, Pelukis, Lukisan, Oil Painting

Agar enak dibaca, sebuah karya sastra harus menggunakan gaya bahasa yang menarik. Kita bisa menggunakan majas-majas. Silakan baca Macam-macam majas

Kita bisa juga mendeskripsikan cerita dengan gaya bahasa yang indah. Jika cerpen sudah selesai, terus perindah cerita tersebut sambai bisa dinikmati pembaca.

Itulah langkah-langkah atau cara membuat cerpen. Silakan dicoba

Cara Menulis Artikel Online yang nyaman dibaca

2/07/2016 Add Comment

Saat ini, bahan bacaan bukan hanya tersedia di media yang sifatnya cetak seperti buku, majalah, atau surat kabar. Tapi juga melalui media online seperti blog atau website.

Saat membaca melalui media cetak, tentu berbeda ketika kita membaca melalui media online. Membaca melalui media online lebih membuat mata cepat lelah dibandingkan membaca di media cetak.

Karena itu, ada beberapa cara yang harus diperhatikan dalam menulis artikel online agar nyaman bagi pembaca. Berikut di antaranya:

1. Buat Konten Artikel yang Menarik


Hal yang paling utama tentu konten artikelnya harus menarik. Karena jika konten artikelnya tidak menarik, pembaca tentu tidak akan merasa nyaman membaca artikel tersebut.

Kita harus bisa membuat artikel yang materinya dibutuhkan pembaca, dari awal artikel itu ditulis sampai akhir.

Saat membuat konten artikel, kita harus tau target pembacanya. Apakah anak-anak, remaja, atau dewasa, atau juga semua umur. Tentunya target pembaca akan menentukan pemilihan kata dan bahasa seperti apa pada artikel yang akan kita buat.

Jika artikelnya ditujukan untuk anak-anak, tentu bahasanya lebih untuk anak-anak dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jika target pembacanya adalah remaja bisa mengguankan bahasa yang agak gaul, dan lain sebagainya.

Untuk membuat konten artikel yang menarik, kita harus bisa juga membuat pembaca terus merasa penasaran dan ingin tau tentang apa yang ada di artilel tersebut. Silakan baca juga cara membuat pembaca penasaran.

2. Gunakan jenis huruf dan ukuran huruf yang sesuai

Banner, Header, Abc, Alfabet, Surat

Agar pembaca merasa nyaman, ukuran dan jenis font atau huruf yang digunakan harus juga nyaman buat pembaca. Utamanya tidak terlalu kecil.

Karena mungkin banyak juga artikel online baik itu blog atau website yang ukuran hurufnya kecil sehingga membuat mata harus berkonsentrasi ekstra saat membacanya.

Tulisan yang ada di artikel ini, mungkin sudah cukup.untuk membuat pembaca nyaman.

3. Buat Paragraf yang pendek

Kurcaci, Angka Angka, Dekorasi, Miniatur

Saat kita menulis artikel di media online baik itu blog atau website, sebaiknya paragraf yang dibuat jangan paragraf yang panjang. Karena paragraf panjang cepat membuat mata lelah saat membacanya.

Tidak usah terlalu memerhatikan aturan pembuatan paragraf pada umumnya. Anda bisa pisahkan atau buat paragraf baru setiap sekitar tiga kalimat atau tiga baris saja. Sehingga mata pembaca tidak cepat lelah. Terutama jika materi di artikel tersebut cukup panjang.

4. Utamakan buat beberapa poin

Kubus, Membayar, Poin, Craps, Bermain

Artikel yang dibuat beberapa poin pada pembahasannya lebih membuat nyaman pembaca. Contohnya di artikel ini, dibuat beberapa poin tentang cara menulis artikel online yang nyaman dibaca.

Karena di setiap poin, disadari atau tidak, pembaca bisa mengistirahatkan matanya sepersekian detik agar tidak mudah lelah.

Anda juga bisa buat dengan tema yang lain. Misalkan Hal-hal yang harus diperhatikan saat kuliah, atau Cara-cara menguruskan badan, atau lain sebagainya.

5. Berikan gambar ilustrasi

Pelukis, Lukisan, Sikat, Menggambar

Gambar, bisa membuat sebuah artikel lebih nyaman dibaca. Karena mata tidak terlalu terus menerus fokus ke tulisan. Di sisi lain, gambar pun bisa memberikan banyak informasi. 

Kita bisa buat satu gambar yang mewakili artikel tersebut yang ditempatkan di bagian atas. Atau lebih baik juga kita tempatkan gambar ilustrasi di beberapa poin yang kita bahas dalam artikel tersebut. Contohnya pada artikel ini.


Itulah beberapa cara menulis artikel online yang nyaman dibaca. Anda bisa membuat artikel online di blog atau website dengan cara yang diuraikan di atas.

2 Jenis Sudut Pandang yang Biasa dipakai dalam Menulis Fiksi

2/05/2016 Add Comment

Dalam menulis fiksi, sebelum kita menulis, kita harus tentukan dulu sudut pandang dari posisi kita sebagai penulis terhadap cerita yang ingin kita buat.

Karena nantinya akan sangat mempengaruhi penulisan dari awal naskah hingga akhir.

Ada dua jenis sudut pandang yang biasa digunakan. Di antaranya sebagai berikut:

1. Sudut Pandang Orang Pertama

Orang, Hutan, Outdoor, Berdiri, Kembali

Jika penulis memilih sudut pandang orang pertama, penulis menuliskan cerita seolah-olah menjadi tokoh utama. 

Penulis harus bisa seolah-olah berakting dalam pikirannya untuk merasakan apa yang dialami tokoh utama, apa yang dilihat tokoh utama, apa yang dibicarakan tokoh utama, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan tokoh utama yang ia buat.

Di naskah fiksi yang memilih sudut pandang orang pertama ditandai dengan kata aku, saya, dan lain sebagainya, sebagai sebutan untuk tokoh utama. 

Kelebihan menggunakan sudut pandang orang pertama adalah bisa membawa pembaca seolah merasakan lebih dalam apa yang dialami, dirasakan, dilihat, dan dibicarakan tokoh utama dalam cerita.

2. Sudut Pandang Orang Ketiga

Jembatan, Matahari Terbenam, Orang Orang


Jika memilih sudut pandang orang ketiga, penulis menuliskan cerita sebagai orang yang berada di luar cerita. 


Dalam hal ini, penulis seolah seperti sutradara. Ia adalah orang yang serba tau dengan setiap alur dan tokoh dalam cerita tersebut.


Dalam cerita ditandai dengan kata dia, beliau, dan sebagainya, atau nama tokohnya, sebagai sebutan untuk tokoh utama.


Kelebihan memilih sudut pandang orang ketiga adalah penulis bebas menuliskan ceritanya dari berbagai alur, peristiwa, dan semua yang dialami masing-masing tokoh.


Mungkin ada juga yang bertanya, lalu apa ada sudut pandang orang kedua?

Wajah, Siluet, Komunikasi, Konsultasi
Dalam cerita, yang disebut orang pertama adalah tokoh utamanya, orang ketiga adalah orang di luar cerita yang serba tau tentang isi cerita.

Sementara orang kedua adalah tokoh lain dalam cerita yang berdialog atau berkepentingan dengan tokoh utama.

Tentu sudut pandang orang kedua jarang atau tidak pernah digunakan. Karena jika penulis menggambarkan dalam tulisannya seolah-olah sebagai tokoh, maka tokoh itu tentu adalah tokoh utama.


Lalu, kapan penulis mengguankan sudut pandang orang pertama dan kapan menggunakan sudut pandang orang ketiga?


Jawabannya tentu terserah penulis masing-masing. Lebih nyaman menggunakan sudut pandang orang pertama, atau lebih nyaman menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Tapi, biasanya penulis yang menuliskan cerita berdasarkan pengalaman hidupnya seperti halnya karya Andrea Hirata, A.Fuadi, dan beberapa penulis lainnya tentu menggunakan sudut pandang orang pertama.

Sementara jika karya yang dibuat penulis adalah murni berupa karangan, kebanyakan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Walaupun ada juga yang menggunakan sudut pandang orang pertama.

Lomba Cerpen Berhadiah Total Rp. 60 Juta, sebarkan

1/28/2016 Add Comment

Perhutani Green Pen Award 

Lomba Menulis Cerpen Hutan dan lingkungan


Ini merupakan lomba cerpen yang diadakan oleh Perhutani. Bagi kamu yang suka menulis cerpen, silakan ikut lomba ini. Hadiah totalnya 60 juta.

Syarat:

> Peserta:
- Warga Negara Indonesia di Tanah Air maupun yang sedang berada di luar negeri
- Pelajar SLTP sederajat (Kategori A),
- Pelajar SLTA & Mahasiswa (Kategori B),
- Umum, Guru, Dosen, Penulis/Pengarang (Kategori C).

> Lomba dibuka mulai tgl. 22 November 2015 dan ditutup tgl. 12 Februari 2016 (Stempel Pos/Jasa Kurir)

> Judul naskah bebas, tema cerita: kehidupan dengan berbagai aspeknya terkait hutan, alam dan lingkungan hidup.

> Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, indah (literer) dan komunikatif.

> Naskah adalah karya asli, bukan jiplakan, terjemahan atau saduran dan belum pernah dipublikasikan, disertai dengan dokumen pernyataan di atas materai.
> Naskah panjangnya 5 s/d 10 halaman A4, diketik 1,5 spasi huruf Times New Roman ukuran 12 font, margin standar.

> Naskah dicetak atau print out sebanyak 2 (dua) rangkap, file dimasukkan dalam CD atau Flashdisk

> Peserta diperbolehkan mengirimkan naskah lebih dari 1 (satu) judul, maksimal 2 (dua) judul.

> Naskah dimasukkan ke dalam amplop tertutup, tulis kategori A/B/C pada amplop, kirim ke Panitia Perhutani Green Pen Award 2016: Perhutani Residence, Jl. Gedung Hijau I No. 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan 12310.


> Naskah dilampiri:
- Biodata lengkap; alamat, nomor telpon/HP, Email yang mudah dihubungi.
- Foto copy Kartu Pelajar (Kategori A);
- Foto copy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa dan KTP bagi Mahasiswa (Kategori B)
- Fotocopy KTP/Paspor dan indentitas lainnya (Kategori C)
- Tulisan singkat tentang salah satu kegiatan Perum Perhutani, diketik rapi minimal 70 kata, diperbolehkan menambah foto apabila ada.
- Sumber informasi Situs Resmi www.perumperhutani.com atau sumber lain dengan menyebut nama sumber.

> Lain-lain:
-Nama-nama pemenang akan diumumkan pada tgl 29 Maret 2016 melalui Situs: www.perumperhutani.com.
- Panitia tidak memungut biaya apapun, tidak menunjuk perwakilan dan tidak melayani surat menyurat terkait penyelenggaraan ini.
- Naskah yang dilombakan menjadi milik Perum Perhutani dan dapat diterbitkan untuk kepentingan Perusahaan.
- Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

> Hadiah Kategori A
- Pemenang 1: Piala, Piagam dan Uang Tunai Rp 3.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam dan Uang Tunai Rp 1.500.000,-
- Pemenang 3: Piagam dan Uang Tunai Rp 1.000.000,-
- 5 (Lima) Pemenang Harapan: Piagam, Uang Tunai Rp 500.000,-

> Hadiah Kategori B
- Pemenang 1: Piala, Piagam dan Uang Tunai Rp 4.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam dan Uang Tunai Rp 2.000.000,-
- Pemenang 3: Piagam dan Uang Tunai Rp 1.500.000,-
- 5 (Lima) Pemenang Harapan: Piagam, Uang Tunai Rp 750.000,-

> Hadiah Kategori C
- Pemenang 1: Piala, Piagam dan Uang Tunai Rp 5.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam dan Uang Tunai Rp 3.000.000,-
- Pemenang 3: Piagam dan Uang Tunai Rp 2.000.000,-
- 5 (Lima) Pemenang Harapan: Piagam, Uang Tunai Rp 1.000.000,-

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani John Novarly atau Kepala Biro Humas Protokoler Sekretariat Perum Perhutani Susetiyaningsih, di 081387870731 / (021) 5721282 / Fax (021) 5743579.

Menulis

Tips menulis