Cara Penulisan Kalimat Dialog yang Memiliki Dua Kalimat oleh Orang yang Sama

1/17/2019 Add Comment

Berikut ini adalah cara Penulisan Kalimat Dialog yang Memiliki Dua Kalimat oleh Orang yang Sama beserta contoh kalimatnya:

  Jika ada dua kalimat dalam satu dialog oleh orang yang sama, beri tanda titik di akhir kata penjelas dialog pada kalimat pertama, lalu memulai kalimat baru tanpa menunjukkan pembicaranya sama sekali. 

Berikut ini adalah beberapa contohnya:
·      “Sepertinya hari ini tidak hujan,” ucap Hasan. “Kurasa aku tidak perlu memba­wa payung.”
·      “Belum tentu, bisa saja sore hujan,” jawab Bobi. “Lebih baik kamu bawa payung.”
·     “Aku malas membawa payung,” jawab Hasan. “Kalau hujan aku akan berteduh saja.”

Panduan Rahasia Edit Naskah berisi seluruh panduan lengkap tentang cara mengedit naskah dengan cepat dan tepat. >>>www.editnaskah.com


Cara Penulisan Kalimat Dialog yang Memiliki Jeda

1/17/2019 Add Comment

Saat penulisan naskah baik itu novel ataupun naskah fiski lainnya. Ada kalanya dialog tokohnya terdapat kalimat dialog yang memiliki jeda. Berikut cara penulisan kalimat dialog yang memiliki jeda:


Beri tanda baca pada kalimat yang memiliki kata-kata dialog di tengahnya.  Pada dialog ini ada suatu jeda sementara sebelum kemudian kalimat itu dilanjutkan.

Dalam  hal ini, Anda harus memberi tanda baca di bagian pertama dialog sama seperti biasanya, tapi kini Anda tidak memberikan tanda titik atau tanda baca penutup, melainkan tanda koma untuk melanjutkan pada bagian kedua dari dialog itu.

Hal yang perlu Anda ingat adalah jangan memulai bagian dialog yang kedua dengan huruf besar, tapi dengan huruf kecil, karena dialog kedua adalah bagian dari kalimat yang sama. 

Berikut ini beberapa contohnya:
·  “Aku ingin tahu apa isi hatinya,” Andi berkata, “tetapi aku malu menanyakan hal itu padanya.”
·   “Aku rasa kamu tak perlu merasa seperti itu,” kata Joni, “yang kamu lakukan hanya bertanya padanya, dan biarlah dia menjawabnya.”
·   “Aku tidak bisa ….” Andi menjawab, “mengucapkan sepatah kata pun di hadapannya.”


Selengkapnya pelajari Panduan Rahasia Edit Naskah yang berisi seluruh panduan lengkap tentang cara mengedit naskah dengan cepat dan tepat di www.editnaskah.com

Bus atau bis? Ini penulisan yang benar dan baku

1/17/2019 Add Comment

Tentunya Anda sudah tahu bahwa bus atau bis adalah kendaraan atau alat transportasi besar di jalan raya yang bisa mengangkut banyak orang.

Tapi manakah penulisan yang benar dan baku, apakah bus atau bis?

Penulisan yang benar dan baku adalah bus, bukan bis. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bus adalah kendaraan bermotor angkutan umum yang besar, beroda empat atau lebih, yang dapat memuat penumpang banyak;

Berikut contoh kalimatnya:
Andi pergi ke Bandung menaiki bus.
Ayahnya bekerja sebagai sopir bus.

Itulah cara penulisan kata "bus" yang benar dan baku. Serta arti dari kata "bus" beserta contoh penggunaannya dalam kalimat.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

Cara Penulisan Persen (%) dan Permil (o/oo) yang Benar

1/17/2019 Add Comment

Persen merupakan bagian per seratus dari suatu jumlah. Penulisannya bisa menggunakan tanda (%). 

Sedangkan permil merupakan bagian per seribu dari suatu jumlah. Penulisannya bisa menggunakan tanda (o/oo)

Lalu bagaimana penulisannya terhadap angka atau bilangan, apakah disambung atau tanpa spasi, ataukah dipisah menggunakan spasi?

Persen dan permil jika menggunakan simbol, penulisannya disambung, atau tanpa spasi dengan angka bilangannya.

Misalnya sebagai berikut:
5%
5o/oo
10%
10o/oo

Misalkan dari tiga puluh siswa ada 3 orang yang tidak masuk sekolah. Maka yang tidak masuk sekolah = 3/30 = 1/10 = 10% 

Misalkan dari seribu warga ada 10 warga yang sakit. Maka yang sakit adalah 10/1000 = 10o/oo

Itulah cara penulisan persen dan permil

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Penulisan Kata yang Benar "Maha Kuasa" atau "Mahakuasa"

1/15/2019 Add Comment

Sobat Literasi, mungkin kita sering menemukan kata "Maha Kuasa" atau "Mahakuasa", sebenarnya mana penulisan yang benar, apakah dipisah (menggunakan spasi) ataukah digabung (tanpa spasi).

Jika kata "maha" sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oleh kata berimbuhan, gabungan itu ditulis terpisah dan unsur-unsurnya dimulai dengan huruf kapital.

Misalnya:
Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.

Jika kata "maha", sebagai unsur gabungan, merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar, kecuali kata "esa", gabungan itu ditulis serangkai.

Misalnya:
Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita.
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.

Jadi yang benar penulisannya adalah "Mahakuasa", bukan "Maha Kuasa". Tanpa spasi atau digabung, bukan dengan spasi atau dipisah.

Silakan pelajari Panduan Rahasia Edit Naskah di www.editnaskah.com

Penulisan yang benar "bertepuk tangan" atau "bertepuktangan", Dipisah atau disambung? Ini jawabnnya

1/13/2019 Add Comment

Mungkin sering kita menemukan kata tepuk tangan. Jika penulisannya memakai awalan "ber-" apakah penulisannya dipisah atau dengan spasi atau disambung, tanpa menggunakan spasi. Apakah jadi bertepuk tangan atau menjadi bertepuktangan?

Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tetapi unsur gabungan kata tersebut tetap ditulis terpisah.

Jadi penulisan yang benar adalah "bertepuk tangan" bukan "bertepuktangan". Tetap menggunakan spasi, tidak disatukan.

Hal tersebut berlaku jika imbuhan yang disisipkan hanya berupa awalan atau hanya berupa akhiran. Atau tidak menggunakan awalan dan akhiran sekaligus.

Jadi hal tersebut juga berlaku untuk kata lainnya seperti: garis bawahi, menganak sungai, sebar luaskan

Silakan pelajari Panduan Rahasia Edit Naskah di www.editnaskah.com

Penulisan yang benar "Anda" atau "anda", Memakai huruf kapital atau tidak? Ini jawabnnya

1/05/2019 Add Comment

Kata "Anda" merupakan sinonim dari kata "kamu" atau "kau". Tapi apakah cara penulisannya sama?

Apakah penulisnanya huruf pertamanya menggunakan huruf kapital atau huruf besar, atau justru menggunakan huruf kecil?

Kata "Anda" memang merupakan sinonim dari kata "kamu" atau "kau". Tetapi penggunaan kata "Anda" merupakan pilihan agar lebih sopan dan lebih menghormati. 

Penulisannya pun berbeda dengan kata "kamu" atau "kau". Untuk kata "kamu" atau "kau", penulisannya menggunakan huruf kecil semuanya, kecuali jika merupakan kata pertama, maka huruf pertamanya ditulis huruf kapital.

Sedangkan pada kata "Anda" huruf pertamanya menggunakan huruf kapital atau huruf besar, walaupun penempatannya tidak di awal kalimat juga tetap menggunakan huruf kapital huruf pertamanya.

Silakan pelajari Panduan Rahasia Edit Naskah di www.editnaskah.com

Perbedaan Tanda Petik (" ") dan Petik Tunggal (' ') dari segi Penggunaannya

1/04/2019 Add Comment

Mungkin kita sudah familiar dengan tanda petik (" ") dan tanda petik tunggal (' '). Kadang-kadang tanda baca ini juga sering disebut sebagai tanda kutip.

Apa perbedaan dari tanda petik (" ") dan tanda petik tunggal (' '). Berikut adalah perbedaannya dari segi penggunaannya dalam kalimat:

1. 
Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
Contoh:
Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. "
Ibu berkata, "Paman berangkat besok pagi. "
"Saya belum siap," kata dia, "tunggu sebentar!"

Sedangkan tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain.
Contoh:
Tanya dia, "Kaudengar bunyi 'kring-kring' tadi?"

"Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan rasa letihku lenyap seketika," ujar Pak Hamdan.

2. 
Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:
Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu.
Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indoneia" dalam
buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani.
Bacalah "Penggunaan Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan.

Makalah "Pembetukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar.

Sedangkan Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan.
Contoh:
terpandai 'paling' pandai
retina 'dinding mata sebelah dalam'
mengambil langkah seribu ‘lari pontang-panting'
tinggi hati ‘sombong, angkuh'

3. 
Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh:
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja.


Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai".

Sedangkan Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung)
Contoh:
feed-back 'balikan'
dress rehearsal 'geladi bersih'

tadulako 'panglima'

Itulah perbedaan Tanda Petik (" ") dan Petik Tunggal (' ') dari segi penggunaannya dalam kalimat, disertai dengan contohnya. 

Masih banyak sekali ilmu yang perlu dipelajari dan juga dipraktekkan dalam mengedit naskah. Termasuk teknik rahasia edit naskah untuk mengedit naskah lebih cepat dan tepat.


Dapatkan panduan lengkapnya di www.editnaskah.com

Atau langsung klik

Perbedaan Perubahan Makna Ameliorasi dan Peyorasi beserta contohnya

1/01/2019 Add Comment

Pada bahasa Indonesia terdapat perubahan makna pada kata-kata tertentu. Mungkin Anda pernah mendengar perubahan makna Ameliorasi dan Peyorasi. Lalu, apakah perbedaannya dan apa saja contohnya?

Perbedaan perubahan makna ameliorasi dan peyorasi

Ameliorasi adalah perubahan makna pada suatu kata yang membuat kata tersebut menjadi lebih baik digunakan, lebih halus, atau lebih sopan dari kata yang digunakan sebelumnya. Sementara Peyorasi adalah perubahan makna pada kata yang menjadi lebih buruk, kasar atau lebih rendah dari  kata sebelumnya. 

Contoh perubahan makna Ameliorasi :

Pada contoh berikut ini kata-katanya berubah makna menjadi lebih baik dan lebih sopan dari kata sebelumnya:

tuli – tuna rungu
Karena ia seorang yang tuli, ia tidak bisa mendengar apa yang diucapkan teman-temannya.
Karena ia seorang tuna rungu, ia tidak bisa mendengar apa yang diucapkan teman-temannya.

gelandangan – tuna wisma
Kemiskinan yang semakin meluas menimbulkan gelandangan yang semakin banyak.
Kemiskinan yang semakin meluas menimbulkan tuna wisma yang semakin banyak.

buta – tuna netra 
Walaupun bapak itu buta, tapi ia tetap rajin bekerja.
Walaupun bapak itu tuna netra, tapi ia tetap rajin bekerja.

pelacur – tuna susila
Dengan ditutupnya tempat prostitusi, diharapkan bisa mengurangi jumlah pelacur di kota ini.
Dengan ditutupnya tempat prostitusi, diharapkan bisa mengurangi jumlah tuna susila di kota ini.

pembantu – asisten rumah tangga
Setelah memiliki anak, keluarga mereka merasa harus memiliki seorang pembantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Setelah memiliki anak, keluarga mereka merasa harus memiliki seorang asisten rumah tangga untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Contoh perubahan makna peyorasi:

menikah – kawin
Ia selalu ditanya kapan menikah karena teman-temannya sudah menikah.
Ia selalu ditanya kapan kawin karena teman-temannya sudah kawin.

suami – laki
Ia selalu menuntut suaminya punya penghasilan besar.
Ia selalu menuntut lakinya punya penghasilan besar.

bayi – orok
Keluarganya kini semakin bahagia setelah punya bayi.
Keluarganya kini semakin bahagia setelah punya orok.

talak – cerai
Setelah ditalak suaminya, wanita itu tinggal seorang diri.
Setelah diceraikan suaminya, wanita itu tinggal seorang diri.

pramusaji -- pelayan restoran
Setelah kami berkumpul di restoran, kami memanggil pramusaji untuk memesan makanan.
Setelah kami berkumpul di restoran, kami memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan.

pramuniaga – pelayan toko
Setelah lulus SMA, anaknya kini berkerja sebagai pramuniaga.
Setelah lulus SMA, anaknya kini berkerja sebagai pelayan toko.

berantakan – hancur lebur
Pertahanan timnya berantakan setelah diserang terus oleh tim lawan.
Pertahanan timnya hancur lebur setelah diserang terus oleh tim lawan.

meninggal – mati
Di film itu, tokoh utamanya akhirnya meninggal.
Di film itu, tokoh utamanya akhirnya mati.

Itulah perbedaan dari segi pengertian dan contoh perubahan makna ameliorasi dan peyorasi.


Pelajari juga Panduan Rahasia Edit Naskah di www.editnaskah.com

Pengertian dan Contoh Perubahan Makna Peyorasi

1/01/2019 Add Comment

Dalam bahasa Indonesia terdapat perubahan makna pada kata-kata tertentu. 

Pengertian Perubahan Makna Peyorasi

Jika ameliorasi merupakan perubahan makna kata dari negatif ke positif, maka peyorasi adalah sebaliknya. 

Peyorasi adalah perubahan makna pada kata yang menjadi lebih buruk, kasar atau lebih rendah dari  kata sebelumnya. 

Contoh Peyorasi:

menikah – kawin
Ia selalu ditanya kapan menikah karena teman-temannya sudah menikah.
Ia selalu ditanya kapan kawin karena teman-temannya sudah kawin.

suami – laki
Ia selalu menuntut suaminya punya penghasilan besar.
Ia selalu menuntut lakinya punya penghasilan besar.

bayi – orok
Keluarganya kini semakin bahagia setelah punya bayi.
Keluarganya kini semakin bahagia setelah punya orok.

talak – cerai
Setelah ditalak suaminya, wanita itu tinggal seorang diri.
Setelah diceraikan suaminya, wanita itu tinggal seorang diri.

pramusaji -- pelayan restoran
Setelah kami berkumpul di restoran, kami memanggil pramusaji untuk memesan makanan.
Setelah kami berkumpul di restoran, kami memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan.

pramuniaga – pelayan toko
Setelah lulus SMA, anaknya kini berkerja sebagai pramuniaga.
Setelah lulus SMA, anaknya kini berkerja sebagai pelayan toko.

berantakan – hancur lebur
Pertahanan timnya berantakan setelah diserang terus oleh tim lawan.
Pertahanan timnya hancur lebur setelah diserang terus oleh tim lawan.

meninggal – mati
Di film itu, tokoh utamanya akhirnya meninggal.
Di film itu, tokoh utamanya akhirnya mati.

Itulah pengertian dan contoh perubahan makna peyorasi.

Pelajari juga Panduan Rahasia Edit Naskah di www.editnaskah.com


Pengertian dan Contoh Perubahan Makna Ameliorasi

1/01/2019 Add Comment

Dalam bahasa Indonesia terdapat perubahan makna yang diterapkan pada suatu kata untuk tujuan tertentu. Salah satu jenis perubahan makna tersebut adalah Ameliorasi

Pengertian Ameliorasi

Ameliorasi adalah perubahan makna pada suatu kata yang membuat kata tersebut menjadi lebih baik digunakan, lebih halus, atau lebih sopan dari kata yang digunakan sebelumnya.

Contoh perubahan makna Ameliorasi :

Pada contoh berikut ini kata-katanya berubah makna menjadi lebih baik dan lebih sopan dari kata sebelumnya:

tuli – tuna rungu
Karena ia seorang yang tuli, ia tidak bisa mendengar apa yang diucapkan teman-temannya.
Karena ia seorang tuna rungu, ia tidak bisa mendengar apa yang diucapkan teman-temannya.

gelandangan – tuna wisma
Kemiskinan yang semakin meluas menimbulkan gelandangan yang semakin banyak.
Kemiskinan yang semakin meluas menimbulkan tuna wisma yang semakin banyak.

buta – tuna netra 
Walaupun bapak itu buta, tapi ia tetap rajin bekerja.
Walaupun bapak itu tuna netra, tapi ia tetap rajin bekerja.

pelacur – tuna susila
Dengan ditutupnya tempat prostitusi, diharapkan bisa mengurangi jumlah pelacur di kota ini.
Dengan ditutupnya tempat prostitusi, diharapkan bisa mengurangi jumlah tuna susila di kota ini.

pembantu – asisten rumah tangga
Setelah memiliki anak, keluarga mereka merasa harus memiliki seorang pembantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Setelah memiliki anak, keluarga mereka merasa harus memiliki seorang asisten rumah tangga untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Itulah pengertian dan contoh perubahan makna ameliorasi.
Pelajari juga panduan rahasia edit naskah di www.editnaskah.com