Penulisan yang benar "Petani" atau "Penani", "Peternak" atau "Penernak", "Penembak" atau "Petembak"

3/18/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu bingung dengan kata berikut ini: "petani" atau "penani", "peternak" atau "penernak", "penembak" atau "petembak".  Sebenarnya yang mana penulisan yang benar dan baku? Ini Jawabannya:

Pada dasarnya kata yang huruf depannya adalah huruf "t" akan berubah menjadi "n" jika diberi awalan me- atau pe-.

Contohnya: 
tanam - menanam - penanam
tarik - menarik - penarik
tambah - menambah - penambah
tukar - menukar - penukar

Tetapi untuk yang berkaitan dengan profesi, kata yang huruf depannya adalah huruf "t" pada kata tertentu ada yang berubah menjadi "n", tetapi ada juga yang tidak berubah menjadi "n" walaupun ditambah awalan pe-.

Contoh yang berubah menjadi "n":
penambang, penembak, penari, dll.

Contoh yang tidak berubah menjadi "n":
- petinju, peternak, petani, petarung, dll.

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Penulisan yang benar "Pesulap" atau "Penyulap", "Pesenam" atau "Penyenam", "Pesepakbola" atau "Penyepakbola"

3/17/2019 Add Comment

Sobat Literasi, Mungkin kamu bingung dengan kata berikut ini: "pesulap" atau "penyulap", "pesenam" atau "penyenam", "pesepakbola" atau "penyepakbola"  Sebenarnya yang mana penulisan yang benar dan baku? Ini Jawabannya:

Pada dasarnya kata yang huruf depannya adalah huruf "s" akan berubah menjadi "ny" jika diberi awalan me- atau pe-.

Contohnya: 
sayang - menyayangi - penyayang
suka - menyukai - penyuka
sakit - menyakiti - penyakit
selam - menyelami - penyelam
samar - menyamar - penyamar

Tetapi untuk yang berkaitan dengan profesi, kata yang huruf depannya adalah huruf "s" tidak berubah menjadi "ny" walaupun ditambah awalan pe-.

Contoh:
pesenam, pesulap, pesepakbola, peselancar, dll.

Kecuali jika yang dimaksudkan dalam kalimat hanya aktivitasnya saja, bukan profesi.

Contoh:
- Penyelam, adalah orang yang menyelam, bukan orang yang berprofesi sebagai atlet selam.
- Penyulap, adalah orang yang menyulap sesuatu, bukan orang yang berprofesi sebagai pemain sulap
- Penyepakbola adalah orang yang menyepak bola, bukan orang yang berprofesi sebagai pemain sepak bola

Pelajari cara penulisan lainnya serta teknik edit naskah di Panduan Rahasia Edit Naskah yang bisa didapatkan di www.editnaskah.com

Arti dan Jenis-jenis Verba serta Contohnya

3/01/2019 Add Comment

Verba adalah kata yang menunjukkan suatu peristiwa, aksi, atau keadaan. 

Ada  enam jenis verba dalam bahasa. Berikut di antaranya:

1. Verba material 
 Yaitu verba yang merupakan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya memasak, mengetik, dan memikul. 

Pada kalimat yang terdapat verba material terdiri dari partisipan yang melakukan sesuatu, atau disebut aktor dan partisipan yang lain (tidak selalu ada) yang dituju oleh verba tersebut, yang disebut sasaran. 

Contoh, Ibu (aktor) memasak (verba: material) air (sasaran).

2. Verba mental 
   Yaitu verba yang merupakan persepsi (misalnya: mendengar, merasa), afeksi 
(misalnya: benci, takut), dan kognisi (misalnya: berandai, memahami). 

Pada kalimat verba mental terdiri dari partisipan pengindera (senser) dan fenomena. 

Contoh: 
Adik (pengindera) melihat (verba: mental) pelangi (fenomena).

3. Verba relasional 
 Yaitu verba yang merupakan hubungan intensitas (yang mengandung pengertian A adalah B), sirkumstansi (yang mengandung pengertian A pada/di dalam B), dan milik (yang mengandung pengertian A mempunyai B). 

Verba yang pertama tergolong ke dalam verba relasional identifikatif, sementara verba yang kedua dan ketiga termasuk ke dalam verba relasional atributif. 

Pada verba relasional identifikatif terdapat partisipan token (token) atau teridentifikasi (identified) dan nilai (value) atau pengidentifikasi (identifier). 

Contoh: 
Anak (token) adalah (verba relasional identifikatif) harta keluarga (nilai). Pada verba relasional atributif terdapat partisipan penyandang (carrier) dan sandangan (attribute). 

Contoh: Kakak (penyandang) memiliki (verba relasional atributif) sepatu baru 
(sandangan).

4. Verba  verbal 
 Adalah verba yang berupa informasi atau pemberitahuan (misalnya: memberitahukan, mengatakan). Pada verba verbal terdapat partisipan pewicara dan wicara. 

Contoh: 
Ibu (pewicara) berkata (verba verbal): Saya suka (wicara) atau ibu (pewicara) berkata (verba verbal) bahwa ia suka (wicara).

5. Verba perilaku 
  Yaitu verba yang berupa perilaku, baik fisik maupun psikologis. 

Verba perilaku dibedakan menjadi: 
Yang pertama disebut verba perilaku verbal, yaitu verba yang menunjukkan gabungan antara ucapan pada verba verbal dan tindakan pada verba material, (misalnya: menyanjung, mengeluh, meremehkan); 

Yang kedua disebut verba perilaku mental, yaitu verba yang menunjukkan gabungan antara ungkapan perasaan pada verba mental serta tindakan pada verba material, (misalnya: mengagumi, menyayangi). 

Pada verba perilaku terdapat partisipan pemerilaku (behaver) dan sasaran (tidak harus ada) untuk verba perilaku verbal, serta pemerilaku dan fenomena untuk verba perilaku mental. 

Contoh untuk yang pertama: 
Budi (pemerilaku) mengeluh (verba pemerilaku verbal). 
Contoh untuk yang kedua: 
Ayah dan ibu (pemerilaku) menyayangi (verba perilaku mental) kami (fenomena).

6. Verba eksistensial 
 Adalah verba yang merupakan keberadaan sesuatu (misalnya: ada, terdapat). Partisipan pada verba ini disebut eksisten, dan biasanya terletak di belakang verba tersebut. 

Contoh: Ada (verba eksistensial) warung nasi (eksisten) di depan rumahnya.

Itulah arti dan jenis-jenis verba besera contohnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

3 Jenis Makna dan Pengertiannya

3/01/2019 Add Comment

Makna adalah arti dari suatu kata atau bentuk bahasa.

Makna terdiri dari 3 jenis:
1. Makna metafungsional 
   Yaitu makna yang secara simultan terbangun dari tiga fungsi bahasa, yaitu fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. 

2. Makna khusus 
    Yaitu makna istilah yang dipakai dalam bidang ilmu tertentu.

3. Makna umum 
    Yaitu makna istilah yang digunakan dengan cara yang sama dalam semua 
bidang.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Jenis-jenis Kelompok Kata Beserta Arti dan Contohnya

2/28/2019 Add Comment

Berikut ini adalah jenis-jenis atau macam-macam kelompok kata yang disertai arti dan contohnya:

1. Kelompok nomina 
    Merupakan kelompok kata dengan nomina sebagai inti dan kata-kata lain 
sebagai penjelas. Kata-kata lain yang berfungsi sebagai penjelas itu dapat berupa nomina, verba, adjektiva, atau kata-kata yang lain. 

Contoh: 
Satu buku pelajaran Bahasa Indonesia SMA itu

Pada contoh di atas, buku adalah nomina yang berfungsi sebagai inti dan kata-kata lain berfungsi sebagai penjelas. Kata-kata penjelas bisa dikategorikan sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing.

2. Kelompok verba 
  Merupakan kelompok kata dengan verba sebagai inti dan kata-kata lain sebagai penjelas. 

Contoh:
akan bekerja

Pada contoh di atas, bekerja adalah kata inti dan akan adalah kata penjelas.

3. kelompok adjektiva 
 Merupakan kelompok kata dengan adjektiva sebagai intinya. Kelompok adjektiva dibentuk dengan menggabungkan adjektiva dan adverbia. 

Contoh: 
sangat  malas

sangat merupakan adverbia dan malas merupakan adjektiva yang berfungsi sebagai inti

4. Kelompok adverbia 
    Merupakan kelompok kata dengan inti adverbia dan penjelas yang berupa adverbia lainnya.

Contoh:
dengan sangat sulit

Kata sangat berfungsi sebagai penjelas dan dua kata sisanya yaitu dengan sulit berfungsi sebagai inti, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

5. Kelompok preposisi 
    Merupakan kelompok kata yang mengandung preposisi sebagai inti dan 
kata-kata lain sebagai penjelas. 

Contoh:
tepat sebelum

Pada contoh di atas, "sebelum" merupakan preposisi yang menjadi inti dan tepat merupakan penjelas.

Itulah jenis-jenis kelompok kata beserta arti dan contohnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan Perbedaan Kelompok Kata dan Frasa

2/23/2019 Add Comment

Kelompok kata memiliki perbedaan dengan frasa. Berikut perbedaannya:

1. Kelompok kata merupakan perluasan dari kata. Sedangkan frasa merupakan bentuk singkat dari kalimat. 

2. Kelompok kata dapat dianggap sebagai kata kompleks, sedangkan frasa disebut juga konstruksi kata-kata yang berjajar. 

3. Kelompok kata mengandung muatan logis yang tercermin pada pola 
urutannya, sedangkan frasa lebih menunjukkan bentuk fisik, yang rangkaian 
setiap kata di dalamnya belum diberi peran tertentu.

4. Kelompok kata meliputi kelompok nomina, kelompok verba, kelompok adjektiva, kelompok adverbia, dan kelompok preposisi. Sedangkan frasa hanya digunakan pada penyebutan frasa preposisi.

Itulah pengertian dan perbedaan kelompok kata dan frasa. Penjelasan mengenai jenis-jenis kelompok kata dan contohnya akan dibahas di artikel berikutnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 




Jenis-jenis Kata dan Contohnya

2/22/2019 Add Comment

Kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri. Kata dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Berikut di antaranya:

1. Kata benda (nomina)
  Merupakan kata yang mengacu pada orang, benda, atau hal-hal yang bersifat abstrak seperti perasaan atau kualitas, misalnya meja, rumah, rapat, kebijakan, dan ide.

2. Kata kerja (verba) 
   Merupakan kata yang menunjukkan suatu perbuatan atau aksi, peristiwa, dan keadaan. 
Contoh: membuat, menulis, memukul, pulang, berpikir, dan menjemur.

3. Kata keterangan (adverbia)
  Merupakan kata yang dapat memberikan keterangan waktu, tempat, dan cara, dan lain sebagainya. 
Contoh: besok, di Bandung, dan dengan sepeda.

4. Kata ganti (pronomina)
    Adalah kata yang difungsikan untuk menggantikan benda, bisa juga
menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung, contohnya dia, ia -nya, mereka, kami, kalian, dan kita.

5. Kata sifat (adjektiva)
    Merupakan kata yang digunakan untuk menerangkan sifat atau ciri dari suatu benda, orang, atau suatu hal seperti, bentuk, warna, atau ukuran. 
Contohnya: tinggi, rendah, pendek, panjang, bagus, cantik, murah, muda, bijaksana.

6. Kata sandang (artikula) 
   Yaitu kata penentu (determiner) yang digunakan untuk mengawali kata benda atau kelompok kata benda. 
Contoh: suatu, sebuah, beberapa, sebagian, semua.

7. Kata sambung (konjungsi) 
   Merupakan kata yang digunakan untuk merangkai atau menyambung dua kalimat tunggal atau lebih.
Contohnya: dan, atau, tetapi, setelah, sebelum, apabila, bila, jika, dan karena.

8. Kata depan (preposisi): 
    Merupakan kata gramatikal yang selalu diikuti oleh benda atau kelompok 
kata benda, 
Contohnya: dari, di, ke, untuk, dalam, dengan, pada.

9. Kata bilangan (numeralia) 
    Yaitu kata yang digunakan untuk menunjuk jumlah atau angka, 
Contohnya: satu, setengah, dua, tiga, empat, lima, seribu.

10. kata seru (eksklamasi) 
   Adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan rasa takjub, marah, terkejut, dan sebagainya, 
Misalnya: wow, ah, em, oh, wah.


Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan Jenis Kalimat Kompleks beserta Contohnya

2/21/2019 Add Comment

kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan, sehingga kalimat ini mempunyai lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur. 

Struktur yang satu dan struktur yang lain biasanya dihubungkan oleh 
kata penghubung atau konjungsi, tetapi bisa juga hanya ditunjukkan dengan menggunakan tanda koma atau titik koma, bahkan bisa juga tidak ditunjukkan oleh tanda baca apa pun. 

Kalimat kompleks ada dua jenis, yaitu:

1. Kalimat kompleks parataktik 
    Merupakan kalimat kompleks yang memiliki dua struktur atau lebih, yang dinyatakan dengan hubungan konjungtif sejajar dengan makna, antara lain dan, tetapi, dan atau.

Contoh:
Yang pertama kali dibeli adalah sayuran, dan yang berikutnya adalah buah-buahan.

Contoh kalimat di atas terdiri dari dua struktur:
- Struktur 1
Yang pertama kali dibeli adalah      sayuran
         (subjek)         (predikator) (pelengkap)

- Struktur 2
     dan           yang berikutnya adalah buah-buahan.
(konjungsi)  (subjek)          (predikator) (pelengkap)

Contoh kalimat di atas mengandung dua verba utama, yaitu masing-masing adalah, dalam dua struktur yang dirangkaikan oleh konjungsi dan. Contoh kalimat tersebut mempunyai dua struktur (yang kebetulan sama), 
yaitu masing-masing subjek - predikator - pelengkap. Struktur 1 dan struktur 2 
berhubungan secara sejajar dengan konjungsi dan.

2. Kalimat kompleks hipotaktik
    Merupakan kalimat kompleks yang bisa dinyatakan dengan 
hubungan  konjungtif  tidak  sejajar  dengan  makna,  yaitu  jika, apabila, karena, dan ketika. 

Contoh:
Anak sapi itu akan tumbuh besar jika peternaknya rajin memberinya makan.

Contoh tersebut terdiri dari 2 struktur:
- Struktur 1:
Anak sapi itu akan tumbuh besar 
   (subjek)     (predikator) (pelengkap)
- Struktur 2:
      jika       peternaknya rajin memberinya makan.
(konjungsi)     (subjek)       (predikator)   (pelengkap)

Pada contoh tesebut, struktur 1 dan struktur 2 dirangkaikan dengan konjungsi jika. Kedua struktur itu berhubungan secara tidak sejajar. Struktur 2 menjadi syarat berlangsungnya kejadian pada struktur 1.

Itulah pengertian dan jenis-jenis kalimat kompleks beserta contoh kalimatnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 


Pengertian dan Struktur Kalimat Simpleks beserta Contohnya

2/21/2019 Add Comment

Kalimat simpleks adalah kalimat  yang  hanya  terdiri  dari  satu  verba  utama  yang menggambarkan  aksi,  peristiwa,  atau  keadaan.  

Kalimat  simpleks hanya  memiliki  satu struktur, yaitu:
 subjek - predikat - (pelengkap) - (keterangan). 

Unsur yang diletakkan di dalam kurung, yaitu pelengkap dan keterangan, tidak selalu ada dalam kalimat. 

Contoh kalimat simpleks:
Pria yang tinggal di dekat warung itu, pergi dengan menggunakan motor

Pada contoh kalimat tersebut mempunyai satu struktur, yaitu: subjek^predikat^keterangan cara.

Itulah pengertian, dan struktur kalimat simpleks beserta contohnya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan Struktur Teks Eksposisi

2/21/2019 Add Comment

Eksposisi adalah jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau mengusulkan sesuatu berdasarkan argumen yang kuat. 

Teks ini memiliki perbedaan dengan teks diskusi. Pada teks diskusi berisi dua sisi argumentasi, sementara teks eksposisi hanya berisi satu sisi argumentasi, yaitu sisi yang mendukung suatu isu atau sisi yang menolak suatu isu. 

Struktur teks eksposisi adalah sebagai berikut: 
1. Pernyataan pendapat (tesis)
2. Argumentasi
3. Penegasan ulang pendapat

Itulah pengertian dan struktur teks eksposisi dan perbedaannya dengan teks diskusi.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan Struktur Teks Diskusi

2/21/2019 Add Comment

Teks diskusi adalah jenis teks yang berisi tinjauan terhadap sebuah isu dari dua sudut pandang atau argumen yang berbeda, yaitu sisi yang mendukung dan  juga sisi yang menentang isu tersebut. Teks diskusi sering juga disebut teks argumentasi dua sisi. 

Struktur teks diskusi atau teks argumentasi dua sisi adalah sebagai berikut:

1. Isu
    Pada bagian ini berisi pemaparan mengenai isu yang dibahas. Mulai dari awal mula isu tersebut, tindakan-tindakan yang berkaitan dengan isu tersebut hingga dampak-dampak yang mungkin terjadi akibat isu tersebut.

2. Argumentasi yang mendukung
  Berisi tentang argumentasi atau pendapat-pendapat yang mendukung terhadap isu tersebut. Diungkapkan alasan-alasan positif dari isu tersebut dan juga dampak-dampak positifnya.

3. Argumentasi yang menentang
  Berisi tentang argumentasi atau pendapat-pendapat yang menentang terhadap isu tersebut. Diungkapkan alasan-alasan negatif dari isu tersebut dan juga dampak-dampak negatifnya.

4. kesimpulan/rekomendasi.
  Berisi tentang kesimpulan dari pembahasan atau diskusi mengenai isu tersebut dan juga rekomendasi solusi agar memperbanyak dampak positif dan mengurangi dampak negatif dari isu-isu tersebut.

Itulah pengertian dan struktur diskusi.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Cara Membaca Puisi yang Baik dan Benar

2/20/2019 Add Comment

Puisi merupakan jenis tulisan yang indah dan memiliki makna. Dalam membaca puisi agar terdengar indah dan bermakna, tidaklah seperti membaca biasa. Ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Berikut ini adalah cara membaca puisi yang baik dan benar, yaitu harus memperhatikan hal-hal berikut:

(a)  Volume suara 
      Derajat keras atau lemahnya suara pada saat membaca puisi harus tepat, sesuai dengan kata-kata pada puisi tersebut. Jika kata-kata yang dibaca pada puisi tersebut merupakan kata penyemangat, harus menggunakan volume yang lebih keras.

(b)  Artikulasi suara 
       Pengucapan kata demi kata saat membaca puisi harus benar, dan dengan suara yang jelas.

(c)  Intonasi 
      Intonasi atau nada saat membaca membaca puisi yang meliputi penggalan kata dan tinggi atau 
rendahnya suara harus tepat.

(d)  Gerak tubuh 
    Gerak tubuh pada saat membaca puisi harus sesuai dengan puisi yang dibacakan, gerak tubuh meliputi gerak seluruh anggota tubuh: kaki, tangan, badan, dan kepala.

(e)  Mimik 
     Ekspresi atau perubahan wajah pun disesuaikan dengan karakteristik dan suasana (misalnya, marah, sedih, semangat, atau bahagia) yang digambarkan pada puisi yang dibaca.

(f)  Pandangan mata 
   Arah mata memandang ditujukan ke segala penjuru tempat penonton berada.

Itulah cara membaca puisi yang baik dan benar, yaitu harus memperhatikan hal-hal di atas.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan Contoh Kalimat Deskripsi

2/20/2019 Add Comment

Kalimat deskripsi adalah kalimat yang berisi gambaran sifat-sifat atau bentuk suatu objek yang dideskripsikan atau dijelaskan. Sifat-sifat tersebut bisa berupa ukuran (besar-kecil, tinggi-rendah panjang-pendek), warna (merah, kuning, hijau, biru), rasa (manis, pahit, pedas, halus, kasar), atau sifat-sifat fisik lainnya.

Berikut beberapa contoh kalimat deskripsi
(a) Bulan lalu, di daerah itu kebanjiran, ketinggian air mencapai tinggi 1,5 meter, sekitar 30 puluh rumah terendam, puluhan keluarga juga harus mengungsi hingga air surut.
(b)  Ia baru saja membeli mobil sedan berwarna merah.
(c)  Ular yang ditemukan kemarin berwarna hitam, panjangnya sekitar 1 meter.
  
Kalimat deskripsi hampir sama dengan kalimat definisi. Perbedaannya adalah kalimat deskripsi tidak dapat dibalik seperti kalimat definisi. 

Itulah pengertian dan contoh kalimat deskripsi.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan Contoh Kalimat Definisi

2/20/2019 Add Comment

Kalimat Definisi adalah kalimat yang menjelaskan tentang arti, pengertian, atau definisi dari suatu kata atau suatu hal.

Penjelasan di atas juga merupakan kalimat definisi. Kalimat definisi biasanya menggunakan kata-kata berikut:

  • adalah
  • yaitu
  • merupakan
  • disebut juga

Penulisan kalimat definisi ada dua macam, yaitu:

1. Kata yang dijelaskan di depan dan diikuti kalimat penjelas
Contoh:
- Presiden adalah pemimpin negara yang dipilih rakyat melalui pemilu
- Kucing merupakan hewan mamalia berkaki empat yang sering dijadikan peliharaan

2. Kalimat penjelas di depan dan diikuti kata yang dijelaskan
Contoh:
- Politik adu domba disebut juga dengan istilah devide et impera.
- Kerja sama yang saling menguntungkan bisa disebut juga simbiosis mutualisme

Itulah pengerian dan contoh kalimat definisi.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 



3 macam Alur dalam Naskah Cerita Fiksi

2/13/2019 Add Comment

Alur adalah salah satu unsur intrinsik dari suatu cerita atau naskah fiksi. Alur adalah urutan kejadian dalam suatu cerita. 

Ada 3 jenis alur, di antaranya sebagai berikut:
1. Alur maju (progresif), 
    Yaitu urutan kejadian dalam suatu cerita yang mengarah ke masa depan.

2. Alur mundur (regresif/flash back), 
   Yaitu urutan peristiwa dalam suatu cerita yang mengarah ke masa lampau, atau yang telah terjadi sebelumnya.

3. Alur campuran atau alur maju mundur, 
   Yaitu urutan peristiwa dalam suatu cerita yang merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur. Dalam cerita tersebut ada yang mengarah ke masa depan dan ada juga yang mengarah ke masa lampau.

Itulah 3 macam alur dalam naskah cerita fiksi.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Langkah-langkah Membuat Sinopsis Novel

2/13/2019 Add Comment

Sinopsis novel merupakan ringkasan cerita dari suatu novel. Sinopsis dapat membantu pembaca untuk mengetahui gambaran keseluruhan isi novel secara  singkat.  

Berikut ini adalah Langkah-langkah untuk membuat sinopsis:
1. Baca novel secara keseluruhan,
 Untuk membuat sinopsis novel, baca terlebih dahulu isi novel secara keseluruhan, sehingga kita mengetahui gambaran ceritanya.

2. Catat unsur intrinsiknya, seperti tema, nama-nama tokoh, alur dan latar cerita, dan lain sebagainya.
   
3. Tulis ringkasan novel berdasarkan alur dengan bahasa yang lebih singkat dan efektif.

Itulah langkah-langkah dalam membuat sinopsis novel.


Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

5 Hal Penting dalam Pentas Drama

2/13/2019 Add Comment

Pementasan drama adalah seni pertunjukan yang menyajikan tontonan cerita yang diperankan oleh aktor dengan karakter-karakter tertentu sesuai peran dan wataknya masing-masing dalam cerita drama tersebut.

Ada 5 hal penting yang harus diperhatikan dalam pementasan drama

1. Latar
Latar atau setting dalam pementasan drama adalah tempat yang dipakai untuk pementasan drama, yang berfungsi untuk memberi gambaran tentang waktu dan suasana cerita drama tersebut.

Ketepatan latar dengan cerita drama sangat penting. Jadi pembuatan  panggung harus disajikan secara proporsional.

2. Aktor
Aktor harus mampu memerankan tokoh cerita dalam drama sesuai dengan peran dan karakter yang dibutuhkan dari cerita drama. Jadi, aktor harus mampu berperan dengan baik, baik dari segi karakter maupun dialog dengan tokoh-tokoh lain dalam seni drama tersebut. 

3. Kostum
Kostum atau pakaian yang dikenakan aktor pada pentas drama merupakan  penunjang karakter pemain dalam memerankan tokoh cerita. Kostum atau pakaian yang dikenakan aktor juga bisa menggambarkan kurun waktu kejadian cerita pada drama tersebut

4. Tata rias/make up
Tata rias aktor atau pemain pemain drama turut membantu aktor atau pemain dalam memerankan karakter tokoh cerita pada drama tersebut.

5. Musik
Musik yang disajikan pada pagelaran drama juga harus tepat, karena muski berfungsi untuk membangun suasana sesuai cerita dan latar drama. Misalkan ketika suasana mencekam, senang, marah, dan lain sebagainya, tentu musiknya harus tepat.

Itulah beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pementasan drama.


Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 


Langkah-langkah Penulisan Naskah Drama

2/13/2019 Add Comment

Drama berasal dari kata draomaoi yang artinya bergerak atau berbuat. Drama  adalah  perbuatan atau tingkah laku manusia yang dipentaskan melalui tokoh-tokohnya.

Sumber penulisan naskah drama berasal dari:
- Imajinasi, atau ide pengarang
- Cerita legenda, novel, cerpen, dan sebagainya,
- Keadaan sosial atau kejadian yang terjadi di masyarakat.

Naskah drama berbentuk dialog-dialog antar tokoh yang diperankan di drama tersebut (biasanya disertai petunjuk/teknis permainan).

Berikut ini adalah langkah-langkah penulisan naskah drama:
1. Menentukan tema/topik
    Langkah pertama adalah tentukan dulu tema atau topik apa yang akan diceritakan di drama tersebut. Anda bisa membuat topik tentang asmara, persahabatan, keluarga, dan lain sebagainya.

2. Menentukan isi cerita,
   Setelah menentukan tema, lalu tentukan isi ceritanya akan seperti apa. 

3. Menentukan alur
   Lalu tentukan alur ceritanya dari mulai pengenalan tokoh, permasalahan, sampai penyelesaian cerita.

4. Membuat  kerangka
Setelah membuat alur, buatlah kerangka ceritanya 

5. Mengembangkan kerangka
Kemudian kerangka cerita tadi dikembangkan hingga menjadi cerita yang utuh.

6. Melakukan evaluasi dan perbaikan.
Setelah naskah drama jadi, lakukanlah evaluasi, jika ada kekurangan atau kesalahan lakukanlah pembenahan atau perbaikan agar naskah drama menjadi lebih baik.

Itulah langkah-langkah penulisan naskah drama.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com 

Pengertian dan 5 Macam Unsur Intrinsik Naskah Drama

2/12/2019 Add Comment

Naskah drama adalah salah satu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog antar tokoh dalam suatu cerita. 

Dalam naskah drama, terdapat unsur intrinsik, yaitu unsur yang membangun naskah drama tersebut. 

Unsur intrinsik naskah drama, di antaranya sebagai berikut:

1. tema, 
    yaitu ide/gagasan utama dari suatu cerita drama,
2. tokoh, 
    yaitu para pelaku yang terdapat dalam cerita drama,
3. penokohan atau perwatakan, 
  yaitu penggambaran fisik dan sifat masing-masing tokoh yang terdapat pada naskah drama, sehingga antara tokoh yang satu dan yang lainnya dapat dibedakan. 
4. latar, 
    yaitu tempat dan waktu kejadian dari cerita drama,
5. pesan, 
    yaitu maksud yang terdapat pada naskah drama atau yang ingin disampaikan pengarang dalam naskah drama tersebut.

Itulah pengertian naskah drama dan lima unsur intrinsik yang terdapat pada naskah drama.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com

4 Macam Kata Penghubung (Konjungsi), beserta Contohnya

2/11/2019 Add Comment

Kata penghubung atau konjungsi adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata atau kalimat.

Berikut 4 macam kata penghubung atau konjungsi:

1. Kata penghubung tujuan
Adalah  kata  penghubung atau konjungsi yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu kegiatan atau tindakan 
Contoh: untuk, agar, supaya, dan guna.

2. Kata penghubung sebab (kausal)
Adalah kata penghubung atau konjungsi yang menjelaskan sebab dari suatu peristiwa atau tindakan. 
Contoh: karena, sebab, sebab itu, oleh sebab itu, dan oleh karena itu.

3. Kata penghubung akibat 
Adalah kata penghubung atau konjungsi yang menggambarkan akibat dari suatu peristiwa atau tindakan yang terjadi. 
Contoh: sehingga, sampai, dan akibatnya.

4. Kata penghubung syarat 
Adalah kata penghubung atau konjungsi yang  menjelaskan syarat suatu hal  bisa  terpenuhi. 
Contoh: jika, kalau, jikalau, apabila, asalkan, dan bilamana.

Itulah 4 macam kata penghubung (konjungsi) beserta contoh katanya.

Pelajari aturan penulisan lainnya serta ilmu dan teknik-teknik rahasia edit naskah di www.editnaskah.com