Dua Hal Yang Harus diperhatikan dalam Menentukan Judul Buku

12/16/2014 Add Comment


Pada umumnya, judul buku adalah hal pertama yang orang lihat sebelum membeli buku. Ketika kita menentukan judul buku yang kita tulis, ada setidaknya 2 hal yang harus diperhatikan:



1. Menggambarkan isi buku.

Kamus, Surat, Belajar, Baca, Abc

Judul memang sewajarnya menggambarkan isi buku. Apa jadinya jika yang membeli buku ternyata begitu membaca, isinya jauh dari judulnya. 

Misalkan beli buku tetang panduan membuat program komputer, ternyata isinya tentang program diet. Wah, kalo itu sih ngawur hehe.....


Intinya, judul adalah kata atau beberapa kata yang mewakili isi buku tersebut.


2. Menarik

Tarik Tambang, Kekuatan, Kerja Sama

Nah, karena judul adalah hal pertama yang dilihat, maka judul buku adalah sangat penting dibuat menarik. 

Banyak buku yang laris dipasaran pun karena judulnya menarik dan menggambarkan isinya. 

Contoh: coba lihat judul buku "7 Keajaiban Rezeki". Kata 'rezeki' adalah hal yang dicari semua orang. Kata 'keajaiban' adalah kata yang menarik perhatian orang. 

Coba saja kalau ada artikel judulnya 'Bayi Ajaib', atau 'pohon ajaib', pasti bikin pembaca penasaran. Sedangkan angka 7 menunjukkan jumlah yang menggambarkan pembahasan di buku tersebut.

Kalau Raditya Dika memilih nama binatang untuk membuat judul bukunya menarik. Dari mulai Kambing Jantan, Manusia setengah Salmon, sampe yang terbaru, Koala Kumal, semuanya ada nama bianatangnya.

Ada juga penulis yang membuat judul bukunya sangat singkat dan bikin orang penasaran. Misal Dony Dhirgantoro dengan buku '5cm' dan '2'. Ahmad Fuadi juga membuat judulnya dari angka dan huruf, "Negeri 5 menara", Ranah 3 Warna'.

Itulah sedikit pembahasan tentang Menentukan Judul Buku. Dan jangan lupa, Anda juga harus tau bagaimana menentukan judul yang menjual. Supaya buku Anda nantinya bisa laris.

Apa judul buku yang sudah kamu buat?

Nyawa Dalam Karya

12/16/2014 Add Comment

Sebuah karya akan terasa bernyawa jika dikerjakan degan hati. Bukan dengan tujuan tertentu seperti uang dan popularitas. Uang dan popularitas hanyalah efek samping dari ketulusan mengerjakan sebuah karya.

Kalau yang menjadi tujuan adalah uang dan popularitas, mungkin seorang seniman akan berhenti berkarya ketika hal itu tak kunjung didapat.

Atau sebaliknya, setelah uang dan popularitas didapat, ia pun akan berhenti berkarya karena tujuannya telah tercapai.

Tapi berbeda dengan seniman yang mengerjakan karyanya dari hati. Ia akan terus berkarya karena mengikuti kata hatinya, walaupun dua hal di atas belum didapatkan, atau telah didapatkan.

Tapi uang dan popularitas akan mendekat pada siapa yang tulus dalam berkarya. Kalau pun belum, artinya mereka masih menguji ketulusanmu, kesetiaanmu, untuk terus berkarya.

Jadi, Teruslah berkarya

"Do what you love or love what you do"

Kerjakan apa yang Anda cintai atau cintai apa yang Anda kerjakan

MENULIS BISA JUGA UNTUK MENGINGAT HAL PENTING

12/16/2014 Add Comment


Pernahkah kalau mau belanja, kamu menulis daftar belanjaan agar tidak lupa?




Atau pernahkah kamu menulis jadwal apa yang akan dikerjakan, atau menulis resolusi?



Atau mungkin juga kamu sering menulis di kertas post-it dan menempelnya di meja, lemari, atau komputer untuk mengingatkan tentang tugas-tugas yang harus kamu kerjakan?

Atau kalau waktu sekolah, mungkin pernah mendapat hukuman dan harus menulis kata "saya tidak akan mengulanginya lagi," atau pun kata-kata sejenisnya.

Menulis memang juga biasa dikerjakan orang untuk mengingat hal penting. 

Ketika ada hal penting tentang kehidupan kamu, perjuangan kamu, atau apa pun itu, memang lebih baik dituliskan. 

Selain untuk mengingat bagi diri sendiri, juga bisa menjadi manfaat bagi yang membacanya. Karena setiap orang punya pengetahuan dan pengalaman yang berbeda. 


Selain itu, banyak juga orang-orang yang telah mencapai kesuksesannya rupanya telah dahulu telah menuliskan impiannya. 

Dan karena mereka menuliskan impiannya, mereka selalu ingat akan impiannya tersebut. Yang mereka perjuangkan dan akhirnya bisa mereka raih.