Ini Cara Menjadi Penulis dan Menerbitkan buku

Ini Cara Menjadi Penulis dan Menerbitkan buku

4/22/2013 Add Comment

Kantor, Workstation, Bisnis, Buku Catatan

Mungkin anda adalah salah seorang yang ingin menjadi penulis terkenal seperti Andrea Hirata, Dewi Lestari, atau Habibburahman El Shirazy, ataupun penulis besar lainnnya. Berapa kali anda mencoba mengirimkan naskah ke penerbit?


Tidak Mudah untuk Jadi Penulis

Tapi faktanya gak gampang yah untuk menjadi seorang penulis. Jangankan penulis besar, untuk menerbitkan naskah saja rasanya susah sekali naskah diterima di penerbit. Yah wajar saja, tentunya penerbit tidak mau sembarangan menerbitkan naskah. Naskah yang diterbitkan di penerbit tentunya haruslah naskah yang benar-benar berkualitas dan layak terbit. Biasanya penulis pemula memang kesulitan untuk menerbitkan naskahnya di penerbit. Nama besar memang menjadi perhitungan, namun penulis pemula pun memiliki kesempatan untuk menerbitakan naskahnya. Karena setiap penulis besar pun berawal dari penulis pemula.

Penerbit biasanya mencetak minimal 3000 eksemplar untuk satu judul. Biaya yang dikeluarkan untuk mencetak 3000 eksemplar mungkin di atas 30 juta. Maka dari itu penerbit begitu ketat untuk menyeleksi naskah yang diterbitkan. Apalagi penerbit besar yang selalu kebanjiran naskah. Maka naskah kita akan semakin tipis peluangnya untuk diterbitkan.


Beberapa kriteria naskah yang mungkin menjadi pertimbangan untuk diterbitkan:

  •  Punya target pasar,
Sebuah naskah harus memiliki target pasar yang jelas karena penerbit mengharapkan buku yang dicetak laku. Target pasar tersebut bisa diarahkan untuk pembaca golongan tertentu seperti pelajar, mahasiswa, orang tua, dll.

  • Unik dan berbeda.
Sebuah naskah harus unik dan berbeda dari pada buku-buku yang pernah terbit, atau memiliki minimal keunikan beberapa hal sehingga naskah tersebut memiliki daya tarik.

  •  Enak dibaca
Tentunya aspek yang paling penting naskah tersebut harus enak dibaca dan tak membuat pembaca bosan membacanya.

Menerbitkan Buku melalui jalur Self Publishing

Sebenernya untuk para pemula yang sering naskahnya ditolak oleh penerbit masih bisa menerbitkan karyanya melalui jalur self Publishing. Saat ini banyak penerbit yang menawarkan jasa layanan self publishing.

Mengirimkan naskah ke penerbit indie atau self publishing memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing jika dibandingkan mengirimkan naskah ke penerbit mayor. Jika kita mengirimkan naskah ke penerbit mayor semua biaya penerbitan ditanggung oleh pihak penerbit dan kita mendapatkan royalty dari penjualan buku tersebut. Sedangkan di penerbit indie atau self publishing semua biaya ditanggung penulis.

Tapi seperti yang telah dibahas di atas, amat sulit naskah kita lolos seleksi agar diterbitkan oleh penerbit mayor. Penerbit mayor sendiri mencetak naskah dalam jumlah banyak dan disebar ke toko buku seluruh Indonesia. Sedangkan penerbit indie atau self publishing hanya mencetak naskahnya apabila ada yang memesan.

Dengan menerbitkan naskah secara self publishing bukan berarti anda tak bisa menjual buku anda dalam jumlah banyak. Faktanya ada banyak orang yang sukses menerbitkan bukunya secara self publishing.

Apabila anda ingin menerbitkan naskah anda dengan biaya yang murah silakan klik >>> Menerbitkan buku.

Tukang Setrika jadi Penulis Sukses

4/02/2013 Add Comment
 "Apapun Latar Belakangnya Semua orang bisa jadi penulis"
 Seperti contoh kisah tukang setrika yang menjadi penulis berikut ini :


Dia adalah seorang tukang setrika di perusahaan binatu, dia tinggal disebuah kontrakan kecil dan mendapat upah $60 seminggu. Istrinya bekerja di malam hari, namun dengan dua pekerjaan tersebut mereka nyaris tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Hingga saat bayi mereka terkena infeksi telinga. Mereka tidak memiliki biaya pengobatan dan harus menjual beberapa barang perabotan mereka untuk membeli obat antibiotik. Pekerja binatu inimemiliki impian ingin menjadi penulis. Setiap malam dan akhir pekan bunyi mesin ketiknya memenuhi kontrakan kecilnya. Dia menabungkan sebagian uang belanjanya untuk mengirimkan naskah pada penerbit dan agen.
Semua orang menolak hasil karyanya, dan surat jawaban yang diterimanya pun cukup singkat.

Tulisan Anda belum memenuhi syarat”. Bahkan dia sendiri pun tidak yakin jika hasil karyanya disempatkan dibaca oleh editor.


Pada suatu hari si pekerja binatu tersebut membaca sebuah novel yang mengingatkannya akan hasil karyanya. Kemudian dia mengirimkan hasil karyanya kepada sebuah penerbit buku, dan naskah itu diterima oleh Bill Thompson.

Beberapa minggu kemudian, sebuah jawaban yang hangat dan ramah diterimanya melalui pos. Naskah itu punya banyak kesalahan, tetapi Bill Thompson yakin pekerja binatu ini punya bakat sebagai seorang penulis dan mendorongnya untuk mencobanya lagi.

Dalam 18 bulan berikutnya, si pekerja binatu mengirimkan dua naskah lagi kepada editor. Namun sekali lagi pekerja binatu tersebut mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan dari editor. Tanpa putus asa, si pekerja binatu pun mulai mengerjakan novel berikutnya. Karena tagihan yang terus menumpuk, membuatnya mulai kehilangan harapan.

Pada suatu malam dia membuang naskahnya ke keranjang sampah. Keesokannya istrinya mengambilnya lagi. “Kau tak boleh menyerah saat keberhasilan telah begitu dekat”, kata istrinya.

Si pekerja binatu menatap halaman-halaman naskahnya. Mungkin dia mulai kehilangan rasa percaya diri, tetapi istrinya percaya dan tetap mendukungnya. Demikian pula dengan seorang editor di New York percaya bahwa dia berbakat dan memberinya semangat. Maka timbullah semangatnya yg hampir padam.

Setiap hari dia mulai menulis lagi untuk menyempurnakan kembali novelnya. Setelah dia selesai menulis, dikirimkannya kembali novel itu kepada Bill Thompson. Di luar dugaannya perusahaan penerbitan Thompson menyerahkan uang muka $2500, dan lahirlah cerita horor klasik karya “Stephen King” -si tukang setrika tadi- yang berjudul “Carrie”.

Novel tersebut terjual lima juta eksemplar dan menjadi film yang paling banyak meraup keuntungan pada tahun 1976.

Ingin Menjadi Penulis? Lakukan 4 Hal Berikut

4/02/2013 Add Comment


Banyak orang yang berkeinginan menjadi penulis, mungkin termasuk Anda.
Lalu apa yang harus dilakukan untuk menjadi penulis?
Berikut ini adalah cara atau langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang penulis:

  • Banyak membaca


Penulis membutuhkan ide atau gagasan, dan ide atau gagasan itu banyak kita dapatkan dari membaca. Ada banyak jenis bacaan yang bisa kita baca tergantung minat kita. Apa yang kita baca amat menentukan gaya kepenulisan kita.

Dari membacalah kita mengetahui bagaimana seorang penulis menyusun karyanya dengan gaya bahasanya. Itu menjadi inspirasi buat kita.

  •  Mencoba menulis
Pengusaha, Startup, Start-Up, Pria

Tuliskan saja apa yang ingin anda tuliskan, bahkan ketika anda tidak punya ide sama sekali anda pun bisa menulis cerita bahwa anda sedang tidak punya ide.

Menulis bisa melalui media apa saja, bisa anda tulis di komputer anda, buku harian Anda, atau pun di media sosial seperti facebook, dan juga blog. Semakin banyak kita menulis maka kita semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis.

Semakin banyak karya yang kita hasilkan, semakin baik.

  • Mengirimkan tulisan
Email, Keyboard, Komputer, Mail, Pada

Setelah anda mencoba banyak menulis tentang apapun itu baik artikel, puisi, ataupun cerpen, cobalah untuk mengirimkannya ke media seperti media cetak. Atau jika tulisan anda sudah menjadi sebuah buku, anda bisa mengirimkannya ke penerbit buku. Tapi tak usah khawatir apabila naskah anda ditolak penerbit. Anda juga bisa mengirimkan naskah buku anda ke www.rasibook.com yang tidak menolak naskah Anda.


  • Teruslah menulis
Wanita, Mengetik, Menulis, Macbook

Jika naskah anda ditolak atau sudah pernah diterbitkan, teruslah menulis. Kembangkan terus kemampuan anda dan perbanyak karya-karya anda. Jangan pernah menyerah hanya karena naskah Anda ditolak. Terus menulis dan mengirimkan karya sebisa yang Anda bisa. Perbaikilah dan evaluasi setiap kali menulis. Percayalah, jika Anda konsisten hasilnya suatu saat akan terlihat.


Demikian cara menjadi penulis. Jika Anda membaca sampai akhir tentunya ini bermanfaat untuk Anda. Jika bermanfaat tentunya tak perlu ragu untuk share artikel ini. Mari saling mencari dan berbagi ilmu dan inspirasi.